Polda Banten Segera Lakukan Investigas Penyebab Banjir Bandang di Lebak

Polda Banten Segera Lakukan Investigas Penyebab Banjir Bandang di Lebak

LEBAK, PILAR BANTEN. COM – Kepolisian Daerah (Polda) Banten akan segera melakukan investigasi penyebab terjadinya banjir bandang yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Lebak. Namun untuk saat ini, Polda Banten masih fokus melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan terhadap 2.167 warga.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir mengatakan penyebab terjadinya banjir Bandang di Kecanatan Curug bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja dan Cimarga, akan dilakukan penyelidikan, guna memastikan penyebab utama terjadinya banjir bandang.

“Ini baru katanya (akibat ilegal loging), nanti setelah selesai semua, bantuan, pertolongan darurat, kita akan dalami apa penyebabnya. Saat ini kita fokus pada pertolongan korban kemudian pencarian korban-korban yang hilang kemudian berupaya membuka daerah yang terisolasi,” katanya saat melakukan pengiriman bantuan korban bencana di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Jumat (3/1/2020).

Tomsi mengungkapkan dalam investigasi lokasi pembalakan liar itu Polda Banten akan menggandeng sejumlah intansi baik Provinsi Banten maupun Pemkab Serang dan Kementerian Lingkungan Hidup (LH). “Dititik titik itu (lokasi banjir) ada perbedaan-perbedaan, sebabnya di tempat lain kan pelan-pelan, disini kan airnya ngebut itu yang akan kita dalami nanti. Belum kita dalami lokasinya saja sulit dijangkau,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda mengungkapkan pihaknya mencatat ada sekitar 8 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Kecamatan Lebak Gedong karena tertimbun longsor. Namun dari jumlah itu hanya 3 orang yang berhasil ditemukan.

“Lima orang tertimbun longsor tadi sudah muncul hilang kembali di daerah Muara Gedong. Dugaan itu mendekati kebenaran karena dari 8 yang hilang 3 sudah ditemukan. Tadi 1 kaki audah keliatan, tapi tertutup lumpur lagi. Jalan kakinya 3 jam (lokasi longsor) kemudian kesulitannya ada medan lumpur sepinggang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tomsi mengungkapkan untuk memantau sejumlah lokasi bencana yang belum terjamah, Polda Banten akan mendapatkan bantuan pesawat Hellycopter untuk menyisir willayah tersebut.

“Citorik warganya relatif aman, tim itu dibagi ada yang ke Citorek ada yang ke Lebak Gedong barusan juga ada yang ke Cilaksa walaupun itu ke arah Bogor tapi ada masyarakat yang turun dan masih ada satu kampung terisolir. Besok kita juga akan mendapatkan bantuan helly,” ungkapnya.

Tomsi menegaskan, untuk daerah yang terisolir di Lebak Gedong, petugas gabungan Brimob dan TNI sudah bisa masuk ke wilayah tersebut dengan menempuh jarak sekitar 10 kilometer dengan berjalan kaki. Petugas juga sudah berhasil memberikan bantuan makanan kepada warga yang terisolir tersebut.

“Untuk rumah-rumah sementara yang ditinggal sebagian itu hancur mengungsi. Untuk daerah yang terkena longsor dan sebagainya itu juga sudah ada TNI Polri yang ke sana, sambil mengevakuasi sambil menjaga rumah rumah yang sebagian yang ditinggalkan mudah mudahan tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya. (Anwar/Teguh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *