Pilar Banten

Pemprov Banten Belum Ada Rencana Bangun Shelter

Pemprov Banten Belum Ada Rencana Bangun Shelter

Serang – Provinsi Banten dalam dua tahun ini sudah dua kali dilanda bencana alam berupa gempa dan tsunami dengan kekuatan yang cukup besar. Tsunami terjadi pada akhir tahun 2018 lalu di Anyer, sedangkan gempa bumi berpusat di Sumur, Pandeglang yang bermagnitudo 6,9 SR. Sempat ada potensi tsunami, namun sejam kemudian potensi tersebut dicabut.
Gempa tercatat berhulu di zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang terletak di Samudera Hindia. Persisnya pada jarak 137 km Barat Daya Sumur, Banten dengan kedalaman 10 KM di dalam laut.
Perairan di Banten memiliki potensi gempa megathrust bermagnitudo 8,8. Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda.
Berdasarkan permodelan, skenario terburuk adalah timbulnya tsunami yang cukup kuat untuk menyapu daratan sejauh sekitar 3-4 kilometer dari pantai. Meski gempa kali ini tidak membawa dampak semengerikan itu, tapi pola kegempaannya di zona subduksi selatan Jawa itu tetap patut diwaspadai.
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), saat ditanya terkait rencana pembangunan shelter tak begitu berantusias. WH mengaku akan mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat Banten dalam menghadapi bencana.
“Kami carikan solusi kepada masyarakat untuk cepat mengungsi,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim, Jumat (9/8/2019).
hal berbeda dikatakan Wakilnya, Andika Hazrumy. Ketua Karang Taruna Provinsi Banten ini mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara anggaran belum mampu membuat shelter baru, sehingga dirinya akan mencoba memaksimalkan shelter yang ada.
Saat ini, di seluruh Banten hanya ada dua shelter tsunami. Yaitu di Wanasalam, dengan perairan pantai selatan yang menghadap Samudra Hindia serta di Labuan, Pandeglang dengan garis pantai yang panjang.
Andika mengaku, yang dilakukan Pemprov kini mengedukasi masyarakat untuk mencari jalur evakuasi mana kala sirine yang kami pasang berbunyi lebih dari tiga kali.
“Jalur evakuasi sudah kami sediakan, di setiap daerah yang rawan bencana,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, Pemprov juga akan memberi pelatihan evakuasi kepada masyarakat ketika menghadapi bencana. “Pelatihan itu dilakukan rutin setiap bulan padabtanggal 26,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Pandeglang kini sudah mendapat hibah dari Kementrian PU untuk mengelola penuh gedung Shelter yang sudah lama tidak terurus. Kondisi shelter tersebut kini sudah usang dan tak terurus. (Al/Teguh)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *