Pilar Banten

Mobil dinas bupati seharga 1,9 M: bukti kuatnya dinasti politik di Pandeglang

Mobil dinas bupati seharga 1,9 M: bukti kuatnya dinasti politik di Pandeglang

Pandeglang – Ratusa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Konsentrasi Organisasi Mahasiswa Pandeglang (Kompan) kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Mahasiswa menilai pengadaan mobil dinas Bupati seharga Rp 1,9 miliar merupakan bukti masifnya dinasti politik di Pandeglang.

Mereka menuntut agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang untuk membentuk Pansus untuk mengusut dan menyelidiki anggaran mengenai pengadaan Randis yang dianggarkan oleh Setda pertahun anggaran 2017-2018.

Pasalnya, para mahasiswa menilai ada banyak anggaran yang tidak masuk akal untuk diselaraskan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan status Kabupaten Pandeglang yang masih tertinggal dari tujuh kabupaten/kota lain di Banten, apabila disejajarkan dengan anggaran pengadaan randis yang nilainya hampir 7,6 M berdasarkan data SIRUP tahun 2017 hingga 2018.

Ketua Umum Kumandang Banten Yusuf dalam orasinya menyampaikan bahwa ternyata randis yang dianggarkan 1,9 M tersebut merupakan salah satu dari sekian randis yang telah dianggarkan pada saat RAPD  pada bulan November 2018.

“Sebetulnya menurut data SIRUP ada sekitar 11 unit mobil yang dianggarkan.  Dengan harga yang variatif per satu unit, dan hanya baru satu unit saja yang berhasil dieksekusi oleh setda seharga 1,9 M” kata Yusuf.

Para mahasiswa mengultimatum, jika DPRD enggan menyetujui rekomendasi dari massa aksi yang menuntut untuk membuat Pansus, mereka menilai, wakil rakyat ikut andil dalam pengadaan Randis tersebut dengan harga fantastis.”kalau tidak mau DPRD telah memuluskan jalan dinasti di Pandeglang,” katanya.

Sementara, Ketua Umum Kumandang Bandung Syahrul mengatakan bahwa dirinya perihatin dengan Sikap Bupati yang seolah memfasilitasi dirinya dengan kemewahan sementara masyarakatnya miskin menjerit.

“Saya heran Bupati terkesan memfasilitasi diri padahal rakyatnya miskin menjerit” ungkaf syahrul.

Diketahui, Aliansi Kompan ini terdiri dari kumandang Banten, Kumandang Bandung, HMI Pandeglang,  LMND Pandeglang dan FMP Jakarta.(anwar/teguh)


administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *