Miris! Keluarga di Serang Tinggal di Gubuk Mirip Kandang Kambing

Miris! Keluarga di Serang Tinggal di Gubuk Mirip Kandang Kambing

Setang, – Kehidupan penuh kemiskinan dialami oleh pasangan suami istri Amin (35) dan Kesih (35). Warga Kampang Wedas Nenggang, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir Kabupaten Serang itu terpaksa harus tinggal di sebuah gubuk reyot mirip kandang kambing.

Pasutri itu tinggal bersama satu orang anaknya yang baru berusia 2,5 tahun. Rumah gubuk berukuran 2×2 meter itu terbuat dari bahan material bambu, memiliki atap dari anyaman daun kelapa dan dinding terbuat dari seng. Dibangun sendiri diatas tanah milik perusahaan.

Di gubuk itu kondisi keluarga Amin amat memilukan. Mereka terpaksa merasakan dinginnya angin malam dan panasnya terik matahari. Lebih mirisnya lagi, Amin selaku kepala keluarga dalam kondisi tak sehat sehingga tidak sanggup bekerja lantaran menderita penyakit beri-beri akibat pola makan yang buruk.

Kedua kakinya mengalami pembengkakan sehingga menderita sakit jika berjalan.”Sudah dua bulan sakit gak bisa kerja mau berobat gak ada uang,”kata Amin saat ditemui di gubuknya, Selasa (12/5).

Semasa masih sehat, untuk menafkahi keluarganya, Amin bekerja di pasar dengan berjualan daun singkong dan menjadi kuli panggul di Pasar Petir dengan penghasilan sebesar Rp50 ribu cukup untuk makan istri dan satu anaknya yang masih balita. Semenjak menderita sakit Amin sudah tidak bekerja dan hanya menunggu belas kasian tetangga untuk makan.

Ia bercerita, meski dalam keadaan kurang sehat dia pernah memaksakan diri mengambil daun singkong di ladang untuk kebutuhan pesanan orang namun begitu daun singkong dikirim malah ditolak pemesan. “Padahal itu biaya untuk beli obat pak,” tutur Amin.

Hingga saat ini, keluarga Amin tidak masuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun jaring pengamanan sosial akibat virus corona atau COVID-19. Bahkan, kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) miliknya bantuan dari pemerintah malah dinon aktifkan.

Karena tidak ada bahan makanan semenjak tidak bekerja, Amin dan keluarganya menggantungkan hidup terhadap belas kasian tetangga . Tak tega melihat istri dan anak hidup susah, Amin memutuskan mengungsikan istri dan anaknya di rumah mertua.

“Istri betah disini gak mau pulang ke rumah orang tuanya cuma gimana gak ada apa-apa. Gak ada beras cuma ngarepin pemberian orang gak tentu,”katanya.(Anwar/Teguh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: