Mei 2024, Inflasi di Provinsi Banten Terkendali

oleh -33 Dilihat
oleh

Pilarbanten.com – Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, inflasi di Provinsi Banten pada pekan ketiga pada Mei 2024 ini terkendali. Indikasinya, pasokan dan persediaan barang terjaga serta harga masih terjangkau oleh masyarakat. Hal itu menjadi tanda perekonomian masyarakat berjalan dengan baik.

 

Hal itu diungkap Al Muktabar usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi secara daring di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang pada Senin Mei 2024. Rapat dipimpin oleh Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir.

 

“Secara umum, berdasarkan laporan kementerian dan lembaga terkait, beras ada kecenderungan turun. Termasuk juga di Provinsi Banten. Beberapa komoditi yang masih perlu kita sikapi secara sungguh-sungguh seperti cabai dengan variannya, daging ayam ras, bawang merah dan bawang putih. Telur sudah cukup baik,” ungkap Al Muktabar.

Baca Juga:  Jaga Produksi Beras, Pemprov Banten Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Dikatakannya, untuk bawang merah pihaknya menguatkan hubungan antar daerah. “Kabupaten Pandeglang yang termasuk tinggi, kita akan berkonsentrasi untuk mengambil langkah-langkah teknis. Begitu juga dengan Kota Serang dan Kota Cilegon. Memang perlu untuk kita konsentrasi mengendalikan inflasi mingguan, bulanan yang pada akhirnya nanti year on year,” tambahnya.

 

Ditegaskannya, Pemprov akan terus menggiatkan langkah-langkah seperti menggelar pasar murah, menanam dan lainnya. Sembilan langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi adalah, melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia. Kemudian melaksanakan rapat teknis tim pengendalian inflasi daerah.

Baca Juga:  Kelola RKUD, Bank Banten Ambil Strategi Penempatan di Aset Lancar

 

Ketiga menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting. Keempat melaksanakan Pencanangan gerakan menanam. Kelima melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait. Keenam melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang.

Ketujuh berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan. Kedelapan merealisasikan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk dukungan pengendalian inflasi dan kesembilan memberikan bantuan transportasi dari APBD.

 

“Untuk penggunaan BTT belum kita pergunakan karena dengan instrumen umum biasa kita masih melakukan langkah-langkah teknis,” jelas Al Muktabar.

Baca Juga:  Maksimalkan Pelayanan, Bank Banten Ambil Strategi Penempatan Dana RKUD di Aset Lancar dan Bebas Biaya di ATM Bersama

 

Al Muktabar mengaku, dirinya akan turun ke lapangan terkait perkembangan agenda tanam cabai di Kabupaten Serang, bawang merah di Kabupaten Pandeglang, serta sentra produksi lainnya. Termasuk mengecek ketersediaan barang di pasar-pasar tradisional.

 

Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang mendukung, seharusnya produksi komoditas pangan yang berkontribusi pada inflasi tidak terganggu. “Alam kita sangat mendukung. Nanti kita ke lapangan hambatan apa yang terjadi. Secara umum masyarakat masih berjalan dengan baik. Tidak ada kekurangan komoditi dan harga masih terjangkau oleh masyarakat. Menandakan rantai ekonomi berjalan dengan baik,” pungkas Al Muktabar (Advetorial Diskominfo Provinsi Banten)