Pilar Banten

Jumlah Petani Menurun, Banten Terancam Krisis Pangan

Jumlah Petani Menurun, Banten Terancam Krisis Pangan

Serang – Salah satu faktor tingginya angka pengangguran di Banten yakni jumlah petani yang menurun. Hal itu tidak terlepas dari musim kemarau tahun ini yang cukup panjang, sehingga para petani mencari pekerjaan lain.
Berdasarkan hasil survei BPS pada Agustus 2019, jumlah petani menurun sebanyak 200 orang dari tahun sebelumnya yang mencapai 700 orang.
“Para petani mencoba mencari kerja di pabrik. Namun karena persaingan dan kualifikasi yang ketat akhirnya mereka tersingkir. Bekerja engga, bertani juga engga, akhirnya menjadi pengangguran,” kata Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana, Selasa (5/11/2019).
Adhi menambahkan, permasalahan ini menjadi serius karena akan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan kita. Banten sebagai daerah penyangga ibu kota dalam waktu dua tahun ke depan bisa mengalami krisis pangan. Dengan kondisi persawahan Banten yang cukup luas, jika dioptimalkan akan berpotensi mengurangi angka pengangguran, bahkan bisa menyerap tenaga kerja baru.
“Kami selalu mendorong masyarakat Banten ini menciptakan tenaga kerja, bukan mencari kerja. Kondisi ini akan kami laporkan ke Gubernur, supaya bisa segera disikapi,” katanya.
Sementara itu berdasarkan hasil kajian Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Provinsi Banten selama kurun waktu 2018-2019 mengalami alih fungsi lahan seluas 978,46 hektar, dengan mengacu pada base line luas lahan baku sawah ATR/BPN 2018.  Laju alih fungsi lahan sawah yang cukup besar terjadi di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang berturut-turut 485 Ha dan 392 Ha selama 2018-2019. Upaya pengendalian alih fungsi pada dua Kabupaten tersebut harus segera dilakukan mengingat perannya sebagai lumbung pangan dalam menyokong ketersediaan pangan di Banten. (Rey/Al)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *