Pilar Banten

Jelang Pilkada, Irna Harap Tidak Banyak Calon

Jelang Pilkada, Irna Harap Tidak Banyak Calon

Pandeglang – Bupati Pandeglang Irna Narulita sudah mendapat restu dari suami untuk kembali maju dalam kontestasi politik Pilkada Kabupaten Pandeglang. Irna pun menginginkan tidak banyak calon yang bertarung, supaya pembangunan di Pandeglang berjalan dengan baik dan cepat selesai tepat waktu.
Kontestasi Pilkada jangan sampai menjadi kendala dalam proses pembangunan yang sedang berjalan. Oleh karena itu, supaya pembangunan tetap berjalan sesuai target, proses Pilkada ini harus cepat diselesaikan. “Masyarakat jangan sampai terlalu lama terbelah karena perbedaan pilihan politik, ini tidak saya inginkan. Dua calon saya rasa cukup,” kata Irna, Selasa (8/10/2019).
Akan tetapi, lanjut Irna, saya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Pandeglang. jika menurut masyarakat banyak calon itu lebih baik, maka akan saya ikuti, mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu dalam proses pembangunan yang sedang kami lakukan. “Di Pandeglang sedang ada pembangunan proyek strategis nasional, tol Serang-Panimbang dan jalur Reaktivasi rel kereta Rangkasbitung-Labuan. Saya menitipkan kepada masyarakat Pandeglang agar proyek ini berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Untuk saat ini dirinya masih melakukan komunikasi intens dengan beberapa Parpol seperti Golkar, PKS dan Nasdem. Politisi PPP ini juga akan melakukan komunikasi dengan seluruh partai yang terdaftar dalam waktu dekat. Harapannya tentu bisa bersama-sama kembali membangun Kabupaten Pandeglang.
“Saya akan ketuk pintu kepada seluruh Parpol. Masuk dengan cara santun, ucapkan salam dan mengajak bersama-sama membangun Kabupaten Pandeglang,” ucapnya.
Irna mengaku belum mengetahui pernyataan suaminya Dimyati Natakusuma yang memberikan warning kepada kubu Jayabaya (JB) agar tidak mengambil kavling saudara seguru seilmu di Pandeglang. Dimyati juga mengingatkan agar JB fokus kepada pembangunan di wilayahnya saja, Lebak.
“Saya belum tau terkait hal itu. Tapi yang jelas, buah dari demokrasi itu siapapun mempunyai hak maju dalam kontestasi pemilu. Saya juga bisa mencalonkan di Kabupaten Bandung, kalau mau mah,” ucapnya.
Pada Pilkada Kabupaten Pandeglang tahun 2015, Irna diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Irna yang kala itu berpasangan dengan Tanto Warsono Arban berhasil mengungguli dua calon lainnya dengan mengantongi suara sebanyak 367.547 suara, disusul oleh pasangan Aap Aptadi – Dodo Juanda dengan perolehan suara sebanyak 103.296 suara dan pasangan Ratu Siti Romlah – Yan Riyadi yang memperoleh 58.438 suara.
Kebersamaan pada Pilkada 2015 itu tak akan terjadi kembali di Pilkada 2020, peta politiknya akan berbeda karena partai Gerindra sejak awal sudah bertekad akan mengusung calon sendiri dan siap bertarung melawan petahana. “Di Pandeglang kami sudah tekadkan akan melawan petahana. Itu sudah intruksi dari ketua dewan pembina langsung pak Prabowo Subianto,” kata ketua DPD Gerindra Provinsi Banten Desmon Mahesa. (Rey/Al)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *