Ini Ancaman Kesehatan Masyarakat Yang Tinggal di Sekitar TPA Sampah

Ini Ancaman Kesehatan Masyarakat Yang Tinggal di Sekitar TPA Sampah

Serang, – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cilowong, Kota Seramg kembali menjadi sorotan setelah direncanakan menjadi tempat penampungan sampah dari Kota Tangerang Selatan.

Perjanjian kerjasama antara Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel ini pun mendapat respon sejumlah pihak salah satunya dari masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Cilowong.

Kondisi yang rawan longsor, sarana dan pra sarana belum memadai hingga sistem pengolahan yang belum maksimal di TPA Cilowong yang menjadi alasan penolakan warga.

Lantas bagaimana dampak dan ancaman kesehatan bagi warga sekitar yang tinggal di sekitar TPA tersebut?

Berdasarkan keterangan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Banten Fauzul Hayar, berbicara TPA pada umunya ada dua hal besar dampak terhadap kesehatan warga, pertama masalah pencemaran air dan kedua pencemaran udara.

Dikatakatan Fauzul, sampah-sampah organik di TPA akan membentuk air lindi, cairan sampah tersebut jika tidak diolah dengan baik maka akan berdampak fatal terhadap kesehatan warga sebab mengandung logam berat atau kategori limbah B3.

Limbah B3 ini akan berdampak kesehatan karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker pada masyarakat.” Bayangkan betapa bahayanya TPA ini terkait air lindi ketika lindi tersebut tidak diolah,” kata Fauzul, Senin (22/2/2021).

Kemudian pencemaran air mengandung patogen atau mikroorganisme parasit mampu mencemari bakteri e coli. “Bisa menyebabkan mencret,” katanya.

Yang lebih membahayakan, menurutnya, ada sarana fasilitas kesehatan yang tidak terpantau seperti praktek bekam dan klinik perawatan membuang limbah bekas praktek medis ke TPA tersebut.

“Itu pengolahannya seperti apa,? Khawatir masuk TPA tercampur itu kan limbah infeksius, limbah medis membawa risiko yang lebih besar terhadap kesehatan,”katanya.

Selain itu, dikatakan Fauzul persyaratan truk pengangkut sampah pun harus jadi perhatian yang mana truk itu harus kedap air supaya tidak mengganggu masyarakat yang dilintasi truk. Kalau hanya pake terpal sampah, sudah terbukti bau sampah tertiup angin kemana-mana.

“Bukan hanya bau kalau isinya sampah infeksius dihirup dan isinya mikroorganisme cukup ganas itu kan jadi masalah sehingga saran kami truk juga harus diawasi truk yang memenuhi syarat,” katanya.(Anwar/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: