Pilar Banten

Hadiah BPK Untuk HUT Kota Serang ke 12

Hadiah BPK Untuk HUT Kota Serang ke 12

Serang – Beberapa hari yang lalu Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Kota Serang merilis sejumlah temuan penyimpangan anggaran di beberapa dinas, badan dan komite di Kota Serang. Ada delapan temuan dengan jumlah penyimpangan anggaran yang cukup pantastis selama tahun anggaran 2018.
Kedelapan temuan tersebut yakni  Kekurangan Penerimaan Pajak Parkir pada PT SF Senilai Rp297.107.400,00, Sanksi Administrasi Keterlambatan Penyampaian Laporan Pembuatan Akta
Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan Belum Dikenakan Senilai
Rp47.000.000,00.
Selanjutnya Kelebihan Pembayaran Belanja Bahan Material Kegiatan Pemeliharaan Jalan
pada Dua Perangkat Daerah Minimal Senilai Rp222.335.193,15, Pembayaran Rangkap Jasa Konsultansi pada Dinas PRKP Senilai
Rp33.750.000,00, Pengelolaan Belanja Hibah Belum Tertib dan Pembayaran Senilai
Rp426.345.000,00 Tidak Didukung Bukti Pertanggungjawaban Valid,
Kemudian Pelaksanaan atas Dua Paket Pekerjaan pada Dinas PUPR Senilai
Rp100.174.754,00 Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak,  Denda atas Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Rumah Sakit Kota Serang
Tahap II Senilai Rp733.632.820,00, dan yang terakhir Dana Bantuan Operasional Sekolah Tidak Digunakan Sesuai Peruntukannya
Senilai Rp108.278.000,00.
“Pada tahun 2018, Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan Dana Bantuan
Operasional Sekolah (Dana BOS) ke sekolah-sekolah di wilayah Kota Serang senilai
Rp75.346.983.177,00. Alokasi dana BOS untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota
Serang senilai Rp53.756.011.005,00 dan untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri
(SMPN) senilai Rp21.590.972.172,00. Jumlah SDN di Kota Serang sebanyak 223
sekolah dan SMPN di Kota Serang sebanyak 29 sekolah. Penyaluran Dana BOS tersebut
dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Banten melalui kerja sama dengan Bank
Banten yang kemudian ditransfer ke rekening Bank BJB milik masing-masing sekolah,” demikian bunyi salah satu klausul Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Kota Serang seperti dokumen yang redaksi24.com terima.
Inisiator sekaligus Walikota Serang pertama, Asmuji mengingatkan kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang agar paham akan arah pembangunan Kota Serang yang telah disepakati oleh para penggagas Kota Serang.
Salah satu arah pembangunan itu yakni mengentaskan kemiskinan dengan cara melakukan pembangunan yang merata.
“Singkirkan kepentingan pribadi dan kelompok. Jauhi tindakan korupsi,” tegas Asmuji dalam Rapat Paripurna Hut Kota Serang di gedung DPRD Kota Serang, Sabtu (10/8/2019).
Asmuji menilai, di usia Kota Serang yang menginjak angka 12 tahun ini, masih banyak warga Serang yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Kawan-kawan semua enak duduk di kantor yang megah seperti ini. Tapi awas!Jangan sampai terlena. Karena adanya kawan-kawan disini berkat suara dari masyarakat pula. Jadi harus ingat, amanah yang warga berikan kepada kawan-kawan,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, sejarah panjang berdirinya Kota Serang akan menjadi semangat kami dalam membangun Kota ini. Semua kepentingan yang kami lakukan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Serang.
“Para pendahulu kami sudah meletakan pondasi pembangunan yang berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi kalau ada penyimpangan-penyimpangan, sepenuhnya kami serahkan pada prosedur yang semestinya,” ungkapnya. (Al/Teguh)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *