Gubernur Banten: SMK Harus Inovatif Jawab Kebutuhan Tenaga Kerja

oleh -87 Dilihat
oleh

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy tinjau pembangunan gedung praktikum dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis (28/10/2021). Gubernur WH berpesan agar SMK inovatif dalam mengembangkan kurikulum untuk jawab kebutuhan pasar tenaga kerja.

Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan pemantauan pembangunan gedung di sekolah. Adapun pembangunan yang sedang dilakukan berupa laboratorium praktikum mesin.

“Dibangunnya laboratorium ini diharapkan dapat meningkatkan peran sekolah dalam pendidikan vokasi ketenagakerjaan yang menjadi kebutuhan,” ungkap Gubernur WH.

Diharapkan, melalui pendidikan vokasi yang mumpuni, para lulusan SMK mampu bersaing di pasar tenaga kerja. Masyarakat Banten mampu memanfaatkan kebutuhan tenaga kerja di Provinsi Banten seiring dengan besarnya investasi yang masuk ke Provinsi Banten.

Baca Juga:  Tersisa 14 Km dari 762 Km, Jalan Provinsi di Banten 100% Mantap di 2022

“Lulusan SMK harus punya kompetensi atau skill sehingga setelah lulus nanti bisa dipekerjakan sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.

Menurut Gubernur, saat ini tunjangan kinerja para guru sudah naik. Demikian pula dengan administrasi kenaikan pangkat para guru sudah lancar, tidak boleh ada suap ataupun pemotongan. Untuk guru sekolah swasta juga diberikan insentif Rp 500 ribu per bulan.

Baca Juga:  Gubernur Banten Resmikan Jalan Lingkungan di Kabupaten Pandeglang

“Saya ingin menerapkan tata kelola pemerintah yang baik, membangun pemerintahan yang bersih. Untuk pertama kalinya, tahun 2017, Provinsi Banten raih WTP. Demikian pula dengan pencegahan korupsi dari KPK, selalu tiga besar,” ungkap Gubernur WH.

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH dan Wagub Andika juga meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Gubernur berpesan kepada para siswa untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan serta rajin dan giat belajar. “Tetap patuhi protokol kesehatan, pandemi Covid-19 belum usai,” ungkapnya. (ADV- Biro Adpim)