Pilar Banten

Geger TKA China banjiri perumahan dijemput bus perusahaan milik BUMN di Banten

Geger TKA China banjiri perumahan dijemput bus perusahaan milik BUMN di  Banten

Cilegon – Video viral tenaga kerja asing (TKA) asal China membanjiri perumahan Citra Garden BMW, Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu,  Kabupaten Serang, Banten.

Dalam video yang dibagikan lebih dari 3.000 kali itu pertama kali disebar akun bernama @khumaedy.alhanif.

Bahkan dalam video tersebut juga terdapat seorang warga yang berdebat dengan TKA China tersebut akibat Bus bertuliskan PT Krakatau Steel dihalangi mobil. Sehingga para TKA tersebut tampak berjalan kaki.

Diduga TKA China itu bekerja di proyek yang digarap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

“Tuh banyak TKA China, kata siapa hoaks. TKA China ini juga tidak bisa bahasa Inggris. Mereka bicara pakai bahasa China,” ujar suara seorang dalam vidio tersebut.

Video tersebut banyak mendapat respons dari netizen.

PT Krakatau Engineering Angkat Bicara

PT Krakatau Engineering angkat bicara soal keberadaan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di perumahan Citra Garden BMW, Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Menurut President Director Utomo Nugroho, semua pegawai merupakan tenaga skil dan profesional yang terlibat dalam proyek blast furnace complex.

Peoyek tersebut, kata Utomo menjadi upaya KS untuk meningkatkan efisiensi produksi baja. “Ini merupakan proyek strategis bagi Krakatau Steel karena akan mampu menurunkan biaya produksi baja dan menyeimbangkan proses produksi kebutuhan baja di hulu yang menghasilkan molten iron dengan kapasitan 1,2 juta ton per tahun,” kata Utomo dalam konferensi pers di aula Mapolda Banten, Jumat (8/3).

Jumlah TKA yang terlibat dalam proyek tersebut menurut Utomo 80 hingga 100 TKA. Mereka terlibat dalam proyek yang dibangun oleh konsorsium MMC CERI dari Tiongkok dan PT Krakatau Steel Engineering dengan desain dari Tiongkok.

“Proyek tersebut saat ini sudah tahap akhir dan hampir selesai. Proyel ini menyelesaikan fase konstruksi, dan memasuki fase persiapan operasi. Pada saat awal operasi blast furnance dibutuhkan transfer knowladge (transfer pengetahuan) dari tenaga kerja skill dari China untuk memberikan asistensi operasi terhadap tenaga kerja lokal yang belum berpengalaman dalam mengoperasikan blast furnance,” kata dia.

Keberadaan TKA tersebut bisa mencapai enam bulan dalam proses pembangunan dan pelatihan tenaga kerja lokal. “Para tenaga kerja skill ini akan bekerja di area blast furnance complex meliputi area raw material handling, pabrik sinter, pabrik coker oven, BFC, hot stove dan HMTP dalam jangka waktu 3 sampai 6 bulan.”

Kepala Imigrasi Serang, Syamsul menyatakan keberadaan TKA dalam proyek tersebut sudah ditunjang dengan berkas dan dokumen yang resmi. “Keberadaan mereka sudah tercatat dan berdasarkan dokumen resmi,” ujarnya.

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *