Pilar Banten

DKP Banten Lakukan Penyadaran Pelestarian Pesisir Pantai

DKP Banten Lakukan Penyadaran Pelestarian Pesisir Pantai

Serang – Laut kerap dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat, terutama sampah plastik. Padahal, selain membuat laut kotor, sampah plastik di laut itu juga sangat berbahaya bagi ekosistem yang hidup di dalamnya.
Untuk itu perlu ada penyadaran terhadap masyarakat agar tidak membuang sampah rumah tangganya ke laut. “Masyarakat perlu mendapat pemahaman dan edukasi akan bahaya membuang sampah ke laut,” ungkap kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten Suyitno kepada wartawan seusai acara pembukaan Gerakan Bersih Pantai dan Laut di wilayah pesisir pantai Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Rabu (9/10/2019).
Suyitno menambahkan, gerakan ini sudah rutin dilakukan oleh DKP Provinsi Banten dalam upaya pendayagunaan pesisir dan pulau-pulau kecil. Pendayagunaan masyarakat pesisir tersebut dalam bentuk pemberian alat-alat kebersihan seperti gerobak sampah.
Selain itu kami juga memberikan bantuan kepada sejumlah nelayan agar bisa mengembangkan usahanya. Bapak Gubernur Banten Wahid Halim sudah mencanangkan gerakan makan ikan, jika para nelayannya mengalami kesusahan dalam melaut, bagaimana bisa gerakan makan ikan ini sampai kepada masyarakat. “Ada juga bantuan pemberian kartu Kusuka hasil kerjasama kami dengan BNI. Kartu ini nantinya bisa digunakan sebagai alat penyaluran setiap bantuan keuangan kepada para nelayan. Kami akan bagikan kartu ini kepada seluruh nelayan yang ada, supaya mereka terdaftar dan mendapat bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Hal itu sesuai dengan Permen KP No. 39/2017. Fungsi kartu ini selain sebagai basis data untuk memudahkan perlindungan, juga untuk pembinaan kepada pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan. Ini juga berfungsi sebagai sarana pemantauan dan evaluasi program kelautan dan perikanan yang kami berikan.
“Ada juga program buku pelaut. Buku ini selain sebagai dokumen resmi negara, juga berfungsi sebagai catatan khusus pelaut seperti kesehatan, izajah dan pengalaman berlayar,” katanya.
Para nelayan, lanjutnya, juga kami berikan premi asuransi dan sehat nelayan. Ini merupakan program wujud nyata Pwmprov Banten dalam memberikan perlindungan jiwa serta kepastian kepemilikan tanah di wilayah pesisir
Selain bersih-bersih pantai dan memberikan bantuan kepada sejumlah nelayan, dalam kegiatan ini juga DKP melakukan penanaman 3.000 batang mangrov. Penanaman ini untuk menghindari abrasi pantai dan menjaga kondisi alam agar tetap lestari.
“Tahun ini kami sudah melakukan kegiatan ini sebanyak tiga kali, di Lebak, Carita dan Pasauran. Lokasi yang dipilih merupakan hasil analisa kami yang dirasa tepat mendapat dorongan dari Pemprov,” ucapnya.
Sementara itu Asisten Daerah (Asda) 2 Engkos Kosasih Samanhudi yang mewakili Gubernur Banten sangat mendukung kegiatan ini. Menurut Engkos, kegiatan ini harus sering dilakukan dalam upaya penyadaran kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, khususnya masyarakat pesisir.
“Wilayah pesisir ini harus dijaga oleh masyarakat sekitar, penanaman mangrove dan bersih-bersih juga harus terus digalakan,” katanya. (Rey/Al)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *