Pilar Banten

Begini Kronologi dan Deti-detik Insiden Penusukan Menkopolhukam Wiranto

Begini Kronologi dan Deti-detik Insiden Penusukan Menkopolhukam Wiranto

Serang – Insiden penusukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto di Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Kamis (11/10/2019) menggegerkan masyarakat. Pasalnya, Wiranto ditusuk saat tengah menyalami warga setelah turun dari kendaraan, Kejadian ini berlangsung begitu cepat.

Untuk diketahui, sebelumnya, Wiranto dan rombongan tiba di Alun-alun Menes, Pandeglang pukul 08:57 WIB disambut oleh Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, Danrem 064/MY Kolonel Inf Widiyatno, Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Faurizal Noerdin dan Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutriyanto Amstono.

Disana Wiranto sempat berswafoto dengan masyarakat yang menyambut kedatangan. Kemudian pukul 09:05 WIB menuju Kampus Universitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten, kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang.

“Beliau sendiri menyambut masyarakat yang hadir pada pagi itu jadi sampai selfie foto bersama dan lainnya. Dari situ berangkat ke lokasi telah dilakukan pengamanan dengan sudah di sterilisasi,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.

Mantan Panglima TNI tersebut tiba di Kampus UNMA pukul 09.17 WIB. Disana memghadiri peresmian gedung perkuliahan dan mengisi kuliah umum mahasiswa bahkan sempat mendengarkan aspirasi mahasiswa untuk disampaikan ke Presiden Joko Widodo hingga pukul 11:30 WIB. Lalu bergegas berangkat ke Alun-alun Menes untuk pulang.

Setiba disana pukul 11:50 WIB, Wiranto turun dari kendaraan dan menyapa masyarakat, tiba-tiba Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) bersama istrinya Fitri Andriani (21) menerobos pengamanan dan menusuk Menkopolhukam hingga tersungkur. Wiranto langsung dilarikan ke Klinik Menes untuk mendapat pertolongan pertama lalu dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang.

“Memang beliau berkehendak menyapa kebetulan banyak anak sekolah ingin salaman. Namun demikian ada anggota masyarakat suami istri yang menerobos masuk penjagaan dan melakukan penusukan,” katanya.

Berdasarkan hasil observasi dokter, kondisi Wiranto sadar dan normal. Namun mengalami dua luka tusukan di perut bagian kiri bawah bekas senjata tajam. kemudian, beliau dibawa menggunakan helikopter menuju Jakarta dengan pengawalan ketat. (Anwar/Teguh)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *