Pilar Banten

Banten larang tempat ibadah jadi tempat kampanye

Banten larang tempat ibadah jadi tempat kampanye

Serang – Pemerintah Daerah Provinsi Banten bersama Aparat Penegak Hukum dan Penyelenggara Pemilu menegaskan kembali pada masa kampanye Pemilu 2019 tempat ibadah tidak boleh dijadikan kegiatan politik.

Keputusan ini hasil dari pembahasan persiapan Pemilu 2019 yang dipimpin langsung Gubernur Banten Wahidin Halim, rapat yang dilaksanakan secara tertutup di Pendopo Gubernur Banten Rabu (27/2) ini dihadiri oleh Kapolda Banten, Danrem 064 Maulana Yusuf Serang, Ketua MUI Provinsi Banten, Ketua KPU Banten dan Ketua Bawaslu Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan menangkap situasi kebatinan masyarakat yang semakin panas pada masa kampanye perlu melakukan pembahasan ulang agar Pemilu terlaksana aman dan kondusif

“Oleh karena itu hasil kesepakatan tadi kita menghimbau menegaskan ulang, undang-undang yang mengatur Pemilu dan kegiatan kampanye yang dimana isinya. Salah satunya jangan jadikan tempat ibadah tempat kampanye dan ajang politik dan sebagainya,” kata Wahidin usai rapat.

Ia menegaskan tempat ibadah harus dikembalikan menjadi tempat ibadah yang utuh, menjadi tempat jamaah melaksanakan kegiatan ritualitas keagamaan bukan untuk kegiatan politik.

“Kita tegaskan ulang dilarang tempat ibadah untuk kepentingan politik. Kita buat edaran bupati wali kota disebarkan kepada masing-masing pengurus DKM dimana ada kegiatan politik,” katanya

Ditempat yang sama Ketua MUI Banten M Romly mengatakan jika tempat ibadah menjadi ajang politik maka akan terjadi perpecahan diantara umat. Tempat ibadah harus menjadi tempat bimbingan keagamaan bukan tempat perpecahan.

“Yang mengadakan satu pihak, yang lain tidak senang bisa saja menimbulkam konflik, perselisihan imam aja suka terjadi apalagi itu,” katanya.

Ia menyadari bahwa politik dan agama tidak bisa dipisahkan, namun menggunakan agama untuk mendukung salah satu kelompok tertentu ini yang bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri.

“Sekarang ini kami tokoh agama akan menyatakan pernyataan sikap dan diikuti oleh edaran-edaran. Sebab bukan masjid aja karena gereja juga, umat budha kristen konghucu juga harus menjaga kedaulatan agama,” katanya.(anwar/teguh)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *