Pilar Banten

Ahli Waris Korban Meninggal Gempa Dapat Santunan 15 Juta

Ahli Waris Korban Meninggal Gempa Dapat Santunan 15 Juta

Pandeglang – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada tiga orang meninggal dunia akibat gempa 6,9 magnitudo di Banten, Jumat (2/8/2019). Ahli waris korban meninggal dunia masing-masing akan mendapat uang santunan sebesar Rp 15 juta per jiwa.
“Santunan ahli waris sudah kita siapkan. Sampai saat ini laporan 3 orang meninggal dunia,” kata Agus saat meninjau lokasi terdampak gempa di kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (3/8/2019).
Disampaikan Agus, penyebab meninggalnya ketiga orang tersebut tidak secara langsung berhubungan dengan gempa.
“Karena serangan jantung, kelelahan. Tidak secara langsung berhubungan bencana tapi tetap kami akan beri santunan 15 juta perjiwa,” katanya.
Di kesempatan tersebut juga, Mensos memberikan paket bantuan berupa makanan dan kebutuhan untuk kebencanaan. Paket tersebut diserahkan langsung ke Bupati Pandeglang Irna Narulita.
“Saya sampaikan tadi bila Bupati membutuhkan bantuan tentu kami akan siapkan tapi diluar itu kami telah menyiapkan bantuan stimulan untuk korban terdampak yang rumah rusak,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku anggaran Pemkab Pandeglang saat ini terbatas dan tidak dapat mengcover semua kerugian material.
“Anggaran kami sudah tertutup karena sudah berjalan. Oleh karena itu kami minta bantuan pemerintah pusat dan Pemprov Banten,” kata Irna saat meninjau lokasi terdampak gempa di Kampung Karoya, Desa Panjangjaya, Mandalawangi, Pandeglang, Sabtu (3/8/2019).
Disampaikan Irna, meskipun Pemkab masih memiliki anggaran tak terduga sebesar 2,5 miliar namun tidak bisa untuk mengganti kerugian secara keseluruhan. Data terbaru ada 107 rumah warga Pandeglang mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Berdasarkan pantauan BMKG, gempa kembali terjadi pada hari Sabtu pukul 00.22 sebesar 4.4 SR, yang berpusat di laut 49 KM, Barat Daya, Kab. Sukabumi dan 4.3 SR yang terjadi pada pukul 16.24 yang berpusat di 137 Barat Daya, Sumur-Pandeglang.
“Gempa yang terjadi dini hari, merupakan gempa baru, bukan susulan. Karena lintang dan bujurnya tidak sama persis dengan gempa yang sebelumnya terjadi” Kata Kepala BMKG Serang, Rahmat Triyono. (Rey/Anwar)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *