Beranda / PENDIDIKAN / Pastikan Anggaran Tepat Sasaran, Pemprov Banten Minta BPKP Kawal APBD secara Menyeluruh

Pastikan Anggaran Tepat Sasaran, Pemprov Banten Minta BPKP Kawal APBD secara Menyeluruh

SERANG, PILARBANTEN.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperketat pengawasan terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pengawasan ini diminta untuk dilakukan sejak tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan.

​Permintaan tersebut disampaikan Wagub Dimyati usai mengukuhkan Buyung Wiromo Samudro sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (21/9/2026).
Pengawasan ketat dinilai penting sebagai upaya mencegah penyimpangan, sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

​Buyung Wiromo menggantikan Rusdy Sofyan yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara. Pengukuhan ini turut disaksikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP, Setya Nugraha.

​“Saya minta BPKP betul-betul melakukan pengawasan yang ketat, terutama terhadap kegiatan Pemprov Banten yg berkaitan dengan kementerian dan lembaga” kata Wagub Dimyati.

​Wagub Dimyati menjelaskan, BPKP memiliki peran strategis dalam membangun sistem pengendalian pemerintahan agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini. Oleh karena itu, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah kegiatan berjalan atau ketika masalah telah muncul.

​Menurutnya, pengendalian harus dilakukan secara menyeluruh melalui empat tahapan, yakni perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. BPKP diharapkan dapat terus memberikan pendampingan dalam membangun sistem pengendalian yang kuat di lingkungan Pemprov Banten.

​“Jangan sampai ada kualitas pekerjaan yang buruk, hancur, roboh, rusak, dan lain sebagainya. Pengawasan juga harus menyeluruh dan ketat, jangan hanya parsial,” ujar Wagub Dimyati.

​Ia berharap pengawasan dari BPKP dapat mencegah terjadinya berbagai pelanggaran yang berujung pada persoalan hukum, termasuk Operasi Tangkap Tangan (OTT).

​“Pengendalian dan pendampingan harus diperkuat agar jangan sampai ada pejabat di Provinsi Banten yang terkena OTT,” tegas Wagub Dimyati.

​Di samping itu, Wagub Dimyati juga meminta BPKP untuk memberikan data dan masukan kepada Pemprov Banten sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 ditetapkan. BPKP dinilai memiliki kapasitas untuk memetakan kondisi pengelolaan keuangan pemerintah secara makro, termasuk mengidentifikasi potensi pemborosan anggaran.

​“Nanti BPKP akan memberikan data kepada kami. Mudah-mudahan sebelum APBD 2027 disahkan, BPKP sudah bisa memberikan masukan agar alokasinya lebih efektif,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten Buyung Wiromo Samudro menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan program dan pengawasan yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya.

​“Apa yang belum selesai akan kita selesaikan, kemudian kita tingkatkan. Saya rasa hal tersebut sudah terangkum dalam apa yang diharapkan oleh Pak Wagub,” kata Buyung.

​Menurut Buyung, salah satu aspek krusial yang akan terus diperkuat adalah Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Sistem tersebut tidak hanya harus berjalan pada level teknis, tetapi juga harus menjadi bagian integral dari tata kelola dan budaya organisasi di pemerintahan.

​Ia menekankan pentingnya peran kepala daerah dan jajaran pimpinan tinggi dalam menciptakan lingkungan pengendalian yang baik melalui keteladanan.

​“Budaya pemimpin yang memberikan contoh baik untuk tidak melakukan pelanggaran adalah hal yang sangat penting dalam pencegahan (penyimpangan),” pungkasnya.

Senin, 21 September 2026

Kepala Biro Administrasi Pimpinan
Setda Provinsi Banten

Ttd

Arif Agus Rakhman
[9/21, 17:29] Wa Engkus: Press Release
No. 481/1057-RLS.ADPIM/IX/2026

Wujudkan Banten sebagai Lumbung Pangan, Wagub Banten Dimyati Ajak Seluruh Pihak Berkolaborasi

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyambut baik pelaksanaan Food Security Symposium 2026 yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Acara ini digelar di Aston Serang, Curug, Kota Serang, Senin (21/9/2026).

​Melalui simposium tersebut, Wagub Dimyati mengajak berbagai pihak untuk terlibat aktif dalam mewujudkan Provinsi Banten sebagai daerah lumbung pangan. Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, ia turut menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pertanian Untirta atas penyelenggaraan acara ini.

​”Kegiatan ini sangat baik sebagai wadah diskusi untuk menghasilkan referensi bagi pemerintah, petani, masyarakat, pemangku kepentingan industri, dan juga media guna membangun kolaborasi yang konstruktif,” ungkap Wagub Dimyati.

​Ia berharap simposium ini mampu mendorong terwujudnya kemandirian pangan di daerah. “Tujuannya agar tercipta kemandirian pangan dan Banten dapat menjadi lumbung pangan demi kesejahteraan masyarakat. Itu kunci utamanya,” tambahnya.

​Pada kesempatan yang sama, Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman menjelaskan bahwa kegiatan berskala internasional ini berfokus pada riset dan penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, simposium ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah pusat.

​”Saya kira kegiatan ini selaras dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan yang juga menjadi program prioritas pemerintah pusat,” katanya.

​Sebagai informasi, Food Security Symposium 2026 diselenggarakan secara hibrida dan diikuti oleh 180 peserta. Para peserta terdiri atas dosen, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Untirta, Universitas Andalas, Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Aisyah Jakarta.(red)

Tag: