Pilar Banten

30 Persen warga Kota Serang masih buang air besar di kebun

30 Persen warga Kota Serang masih buang air besar di kebun

Serang – Dinas Kesehatan Kota Serang mencatat sebesar 30 persen warga Ibukota Provinsi Banten masih membuang air besar di kebun alias Dolbon. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin saat membuka acara advokasi sanitasi total berbasis masyarakat Kota Serang, di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (20/3).

Dari enam kecamatan di Kota Serang, wilayah Kasemen menjadi kecamatan paling banyak warganya yang masih buang air sembarangan. Selain sanitasi yang buruk kasemen juga menjadi kecamatan penyumbang angka gizi buruk dan stuntung tertinggi.

Angka 62 balita mengalami gizi buruk ada seluruh kecataman se Kota Serang. Angka tertinggi ada di kecamatan kategori kumuh di Kasemen dengan jumlah 25 balita gizi. Kemudian sebanyak 2.543 anak mengalami stunting di ibu kota provinsi Banten tersebut. 

“Warga yang sudah memiliki jamban semuanya 72 persen, sedangkan yang masih Dolbon itu sekitar 30 persenan. Dari enam kecamatan yang tertinggi masih di Kecamatan Kasemen,” kata Subadri.

Menurut Subadri, selain faktor ekonomi, tingginya angka Dolbon di Kota Serang juga dikarenakan minimnya pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat.”Kendala masih pada kesadaran masyarakat, betapa banyak penyakitnya jika buang air sembarangan. Lingkungannya belum sadar,” katanya.

Untuk mengatasi tingginya angka Dolbon tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan menggulirkan tiga program untuk mengatasi masalah tersebut, pertama program Gardu Jaga (dua ribu rupaih untuk jamban keluarga) upaya gotong royong masyarakat. Kedua, program MCK komunal Pemkot Serang tahun 2019 akan dialihkan ke keluarga

Ketiga, kota serang dana bantuan umum kelurahan, akan diarahkan untuk memprioritaskan masalah keberadaan masyarakat yang tidak mampu atau belum memikiki jamban.

“Nah dengan tiga terobosan ini mudah-mudahan 2 tahun bebas dari dolbon,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin membeli mobil dinas baru seharga Rp 1,6 miliar merek Toyota Land Cruiser Prado, ditengah angka Dolbon, gizi buruk dan stunting masih tinggi di Kota Serang.(anwar/teguh)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: