Pilar Banten

14 Hari Lakukan Operasi Patuh, Pelanggaran Lalulintas Meningkat

14 Hari Lakukan Operasi Patuh, Pelanggaran Lalulintas Meningkat

Serang – Operasi Patuh yang dilaksanakan Polda Banten sejak Kamis, (29/8/2019) berakhir pada Rabu, (11/9/2019). Genap 14 hari dilaksanakan, pelanggaran Lalulintas meningkat, sedangkan angka Lakalantas menurun dari tahun 2018 sampai 2019.
Angka Lakalantas pada tahun 2018 tercatat sebanyak 35 kasus, 13 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2019 menurun menjadi 28 kasus dan 6 diantaranya meninggal dunia.
“Angka Lakalantas ini terus kami tekan dengan berbagai upaya yang bisa kami lakukan,” kata Kasatlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo.
Adapun untuk pelanggaran Lalulintas trannya sedang mengalami kenaikan sebesar 58 persen atau seiitar 19.471 pelanggaran yang terbagi pegawai swasta 9.844 orang, pelajar atau mahasiswa 7.476 orang, sopir 1.187, TanI 16 orang, ASN 607 orang dan pelanggar lainnya 341 orang.
Untuk jenis pelanggaran jenis roda dua mayoritas tidak menggunakan helm SNI sebanyak 6.486, melawan arus 3.777 dan pengendara di bawah umur 3.458, melebihi batas kecepatan sebanyak 51 dan menggunakan handphone saat berkendara sebanyak 31 pelanggar.
“Pengendarabdi bawah umur ini biasanya pelajar. Karena orang tua tidak mau ribet mengantar jemput atau naik kendaraan umum, kemudian menyedikan motor untuk sekolah anaknya. Padahal ini sangat berbahaya,” kata Wibowo yang didampingi oleh Wadir Lantas Maesa Soegriwo.
Sementara itu untuk pelanggaran kendaraan jenis roda empat atau lebih mayoritas tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara sebanyak 1.695 pelanggar, yang terbagi kedalam 301 pelanggar mobil khusus, pengendara anak di bawah umur 189 pelanggar, melawan arus 301 pelanggar. “Untuk yang melebihi batas kecepatan sebanyak 4 pelanggar,” kata Wibowo. (Rey/Al)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *