Pilar Banten

1300 KK Terdampak Gusuran Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung – Labuan Akan Mendapatkan Dana Kerahiman

1300 KK Terdampak Gusuran Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung – Labuan Akan Mendapatkan Dana Kerahiman

Pandeglang – Proses reaktivasi jalur Kereta Api (KA) jalur Rangkasbitung – Labuan akan memasuki pendataan penduduk terdampak penggusuran untuk lahan jalur KA. Berdasarkan catatan, ada sekitar 1300 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang akan mendapat dana kerahiman.
1300 KK tersebut diantaranya tersebar di desa Kadomas dan Babakan. Kedua desa ini banyak terdampak karena banyak penduduknya banyak yang menggunakan lahan di bantaran jalur rel kereta.
“Hari Senin besok tim kami yang terdiri dari BPN, PUPR dan Dirjen Perkeretaapian akan melakukan pendataan dan mengukur jumlah lahan yang terdampak,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jakarta dan Banten Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan Rouse Paulus, di RM S Rizki, Pandeglang, Selasa (8/10/2019).
Paulus menambahkan, Setelah pendataan selesai, melalui tim independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dari Kementerian Keuangan akan mengeluarkan harga ganti yang harus kami bayar kepada warga terdampak. Mudah-mudah pembayarannya bisa dilakukan awal tahun 2020, sehingga pembangunan konstruksi rel keretanya bisa langsung dilaksanakan.
“Rencananya awal tahun 2021 pembangunan konstruksi dimulai,” ujarnya.
Hal serupa juga dikatakan Bupati Pandeglang Irna Narulita. Menurut Irna, masyarakat Pandeglang sudah lama menunggu reaktivasi jalur kereta ini. Karena dengan aktifnya kembali jalur kereta ini, perekonomian masyarakat akan terbantu. Kami juga akan mendorong setiap UMKM yang ada di Pandeglang harus menikmati dampak dari pembangunan yang telah direncanakan oleh Pemkab Pandeglang.
“Ke depan akan banyak investor yang masuk ke Pandeglang. Sebab Pandeglang sudah masuk dalam kategori daerah maju,” ujarnya.
Pembangunan reaktivasi jalur KA sesi satu ini sepanjang 16,7 kilometer, dari Rangkasbitung sampai Kadomas. Untuk sesi dua dari Saketi sampai Labuan. Panjang totalnya sekitar 61.7 kilometer dengan lima stasiun pemberhentian.
“Dalam perubahan RTRW kami, nantinya dari Labuan akan tersambung dengan KA sampai ke Anyer. Itu masuk dalam program RPJMD kami,” tutupnya. (Rey/Al)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *