Pilar Banten

10 Orang Warga Banten Masih Tertahan di Papua

10 Orang Warga Banten Masih Tertahan di Papua

Serang – Tim penjemputan yang ditugaskan Gubernur Banten hingga saat ini belum bisa membawa pulang seluruh warga Banten yang ada di Papua. Hal itu dikarenakan timnya masih melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi.
Hingga saat ini sudah ada 10 warga Banten yang berhasil didata dan akan dipulangkan dalam waktu cepat. Sementara ada dua warga Banten yang memutuskan tetap tinggal di sana.
“Insya Allah minggu ini bisa pulang, karena kondisinya juga sudah mulai kondusif. Ada tiga tim kami juga di sana yang belum pulang, mereka terus melakukan pendataan,” Kata Kismayadi, kepala BPBD Provinsi Banten yang juga koordinator tim penjemputan di Pendopo Gubernur, KP3B, Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Curug, Kota Serang, Senin (7/10/2019).
Kusmayadi mengatakan, saat ini timnya berhasil memulangkan sebanyak 30 warga Banten dari total keseluruhan sebanyak 42 jiwa. 30 orang tersebut terdiri dari 11 orang dari Kota Serang, 19 orang dari Kabupaten Serang. Sisanya 10 orang dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
“Mereka sebagian besar penjual remote tv dan bubur ayam. Di sana tinggal mengontrak,” katanya.
Sementara itu Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan rasa bahagianya atas kepulangan puluhan warganya yang terdampak konfilk di Wamena, Papua yang berhasil dievakuasi tim kemanusiaan Pemprov dengan selamat ke kampung halamannya di Banten. Menurutnya, kepulangan mereka patut untuk disyukuri dan peristiwa yang telah terjadi agar tidak perlu diingat kembali.
“Pertama, mari kita baca alfatihah sebagai bentuk rasa syukur bahwa bapak dan ibu pulang ke Banten dengan selamat. Kedua, tenangkan pikiran dan jangan dibawa-bawa dan diingat lagi peristiwa itu. Mulailah kehidupan yang baru,”ujarnya.
Hal serupa juga dikatakan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuluddin. Kepada wartawan Subadri mengatakan akan segera menempatkan warganya yang baru pulang dari Papua ini di rumah singgah sambil memikirkan ke depannya seperti apa. “Mereka ini kan sebagian sudah tidak mempunyai tempat tinggal di kota Serang, jadi kami sediakan terlebih dahulu rumah singgah untuk mereka,” katanya.
Ke depan insya Allah Pemkot Serang akan memfasilitasi pekerjaan mereka, supaya kembali produktif tinggal di Kota Serang. “Kalau cuma dagang bubur dan jualan remote tv mah insya Allah Pemkot juga bisa memfasilitasi,” tutupnya.
Sementara itu Nurhasan, warga Banten yang berhasil dipulangkan mengaku banyak terima kasih kepada Pemprov Banten dan jajarannya yang sudah memfasilitasi kepulangannya. Nurhasan kini bisa merasa aman berada di kampung halaman, meski rasa trauma itu masih terngiang-ngiang dipikiran. “Saya tinggalnya di Sentani, cukup jauh dari Wamena daerah yang sekarang konflik. Tapi sebelum konflik di Wamena, kejadiannya di Sentani terlebih dahulu,” katanya. (Rey/Al)

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *