Tuesday, 25 August 2015 20:30

Geliat Dunia Malam di Kota Religius

Rate this item
(0 votes)

Tangerang - Tangerang Selatan (Tangsel) adalah wilayah yang tengah menginjakkan usianya ke-7 tahun dengan perkembangan di sektor pembangunan yang sangat pesat.

Berbicara mengenai pembangunan, tentunya tak lepas dari banyaknya sektor wisata yang menyajikan beragam tempat hiburan malam. Mulai dari cafe (warung) remang-remang, Karaoke keluarga hingga hiburan kelas atas yang menyerupai diskotik di Jakarta.

Pekan ini, pilarbanten.com mencoba mendatangi tempat hiburan malam kelas bawah yang kerap menjadi keluhan warga Tangsel khususnya warga yang berada disekitar lokasi tempat hiburan kelas bawah tersebut. Tempat tersebut berlokasi di jalan raya Puspitek, Babakan, Cisauk, Tangsel.

Ya, sajian hiburan di tempat ini, layaknya tempat karaoke biasa, dengan lampu kelap-kelip yang membuat tempat itu yang rata-rata berbentuk tempat tinggal warga terlihat menarik untuk dikunjungi.

Saat pertama kali berada dikawasan tempat hiburan tersebut, yang terlihat oleh pilarbanten.com adalah para wanita bertubuh seksi yang berada di tepi jalan dengan mengenakan pakaian yang aduhai, dan tentunya dapat mengundang syahwat kaum pria ketika melihatnya.

Dan akhirnya, pilarbanten.com sampai di salah satu tempat yang terlihat seperti kontrakan berpetak, disambut dengan kerasnya suara musik yang terdengar dan suasana ramai yang didominasi oleh kaum pemuda-pemudi.

Dengan sapaan ramahnya, salah seorang pemuda layaknya receptionist menanyakan dan menawarkan kamar-kamar untuk bernyanyi (Karaoke).

Setelah menjelaskan maksud dan tujuan, pilarbanten.com kemudian diajak menuju salah satu ruangan seperti sebuah kamar kontrakan yang berada tepat didepan mata.

Setelah pintu dibuka, pancaran lampu kelap-kelip layaknya ruangan karaoke berkelas, terpancar hingga keluar ruangan, dan alat pemutar musik pun dinyalakan, dengan daftar pilihan lagu yang muncul di layar televisi (tv) tabung berukuran besar.

Tanpa basa-basi, kami (pilarbanten.com) pun langsung memasuki ruangan tersebut dan duduk diatas sofa yang kondisinya ala kadarnya.

Untuk membuka atau menyewa ruangan tersebut, pengunjung dikenakan biaya seharga Rp.40 ribu per jam. Dan hanya ada dua jenis minuman keras (miras) yang ditawarkan, bir hitam dengan harga Rp.45 ribu per botol dan bir putih dengan harga yang sama yaitu Rp.45 ribu per botol.

Tak hanya itu, tempat itu pun menyediakan jasa wanita pemandu karaoke yang berpakaian cukup seksi, yang dalam hal ini wanita tersebut tidak dipatok tarif, hanya dengan memberikan tip atas kesepakatan bersama dan bisa diajak kencan diluar lokasi itu.

Tempat ini bak surga bagi kaum pria kalangan bawah yang ingin merasakan indahnya dunia malam di kota pengusung motto cerdas, modern dan religius ini.

Kepada wanita pemandu, pilarbanten.com sempat menanyakan jam operasional tempat tersebut. "Buka nya dari jam 8 malam sampai jam 3 pagi bang," ujar si pemandu.

Semakin malam, suasana semakin ramai. Tempat ini pun semakin banyak dibanjiri pengunjung. Dari yang usianya dibawah umur sampai usia dewasa pun berbaur dilokasi ini.

Ya, sajian tempat hiburan malam dilokasi ini adalah sebuah bukti bahwa penegakkan Perda No.9 tahun 2012 yang mengatur tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman dan Minuman Keras di kota bermotto Cerdas, Modern dan Religius ini masih nihil. (agung/teguh)

Read 226 times Last modified on Monday, 31 August 2015 21:16