Monday, 31 August 2015 19:49

KPU Tangsel Tetapkan Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Rate this item
(0 votes)

Tangerang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan telah menetapkan lokasi pemasangan alat peraga kampanye masing-masing pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang ikut dalam pilkada Tangsel.

Ketua KPU Tangsel Momahad Subhan menjelaskan, pihaknya telah menetapkan lima titik yang akan dipasang alat peraga kampanye. Penetapan ke lima titik tersebut merujuk dari usulan Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Tangsel. “ Kami sudah ada opsi di lima titik,” ungkapMohamad Subhan, Senin (31/8/2015).

Subhan menjelaskan, kelima titik pemasangan alat peraga kampanye tersebut adalah, di Bundaran Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara.Bundaran Maruga, Kecamatan Ciputat. Bundaran Pamulang di Kecamatan Pamulang. Bundaran Taman Tekno, Kecamatan Setu, serta di Tegal Rotan, Kecamatan Ciputat.

Sementara itu untuk tingkat kecamatan KPU Kota Tangsel juga mengusulkan ada empat titik lokasi pemasangan alat peraga berupa umbul-umbul.” Kami akan siapkan sebanyak 20 (umbul-umbul). Setiap titik akan dipasang lima alat perga kampanye,” jelasnya.

Menurutnya, semua pemasangan alat peraga kampanye bagi masing-masing pasangan calon pembiayaanya ditanggung oleh lembaga komisioner yang berasal dari bantuan hibah pemerintah daerah setempat.

“Untuk tingkat kota ada baliho atau billboard dengan ukuran 5x7 meter bagi masing-masing pasangan calon.Titik-titik lokasi pemasangan sudah dikoordinasikan ke pemkot Tangsel, serta aparat kepolisian untuk menjaga keamanannya,” jelasnya.

Menurutnya, perlunya kordinasi dengan pihak kepolisian mengingat waktu pemasangan cukup lama.Sesuai tahapan agenda masa kampanye masing-masing pasangan calon adalah sejak 27 Agustus hingga 5 Desember 2015.“Kurang lebih tiga bulanan. Jadi kita sama-sama saling menjaga, jangan sampai ada alat peraga kampanye yang rusak,” paparnya.

Subhan juga menjelaskan, bahwa  KPU Kota Tangsel membatasi penggunaan dana kampanye untuk masing-masing pasangan calon. Setiap pasangan calon tidak diperbolehkan mengeluarkan dana kampanye melebihi Rp 17,2 milliar.

“Oleh karena itu, masing-masing pasangan calon harus melaporkan penggunaan dana kampanye secara periodik.Ketentuan itu diatur dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Dana Kampanye Pilkada,” ujarnya. (agung/ovinal)

Read 207 times Last modified on Saturday, 05 September 2015 05:31