Wednesday, 02 September 2015 21:38

Upah Tukang Sapu Taman BSD Jauh Dari Layak

Rate this item
(0 votes)

Tangerang – Nasib tukang sapu di Taman Kota I BSD City tidak sama dengan para tukang sapu lainya di Tangerang Selatan (Tangsel). Sebab, upah yang mereka terima jauh dari layak seperti yang diterima tukang sapu dibawah binaan Dinas Kebersihan Pertamanaan dan Pemakaman (DKPP) setempat.

"Saya bekerja disini sudah 17 tahun, dari jalan-jalan setapak taman kota belom ada, saya kerja dari jam 06:00 pagi sampe jam 06:00 sore baru pulang, disini sekarang saya di upah Rp.100 ribu perminggu, sudah naik sih karena waktu dulu saya digaji Rp.65 ribu," ujar Elin Suhada (86) salah satu tukang sapu Taman Kota BSD I, Rabu (2/9/2015).

Nasib serupa juga dialami oleh Nenek Rami, dia bekerja menjadi tukang sapu Taman Kota dengan upah yang minim. Dirinya mengaku hanya dibayar Rp.100 ribu perminggu. "Saya kerja disini sudah 7 tahun, ya digajih sama dengan yang lain yaitu RP 100 ribu setiap minggu" ujar nenek Rami (81) Warga Lengkong,Tangsel.

Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangsel menyatakan, bahwa pengelolaan kebersihan di Taman Kota I, bukan kewenangan dari DKPP. Karena belum ada penyerahan kewenangan terkait pengelolaan kebersihannya dari pengembang BSD City ke pemerintah.

"Kalau pengelolaan kebersihan di Taman Kota I itu bukan kewenangan kami, pengelolaan kebersihannya masih dipegang BSD. Terkait upah yang diterima oleh tukang sapu di taman tersebut memang jauh dari layak. Untuk tukang sapu dibawah binaan DKPP upahnya Rp.1,5 juta perbulan,sedangkankan jam kerjanya dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang," jelas Wisman, Kasi Papu DKPP Tangsel, Rabu (2/9/2015).

Dari informasi yang diperoleh, pengelolaan kebersihan di Taman Kota 1 Bsd City itu masih dipegang oleh Bsd City dengan menunjuk salah satu rekanan, yaitu CV Gema Kumala.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan dari BSD terkait pengelolaan kebersihan di Taman Kota tersebut.Sedangkan Dinsosnakertrans Kota Tangsel selaku pihak yang berwenang dalam mengawasi ketenagakerjaan juga belum dapat dikonfirmasi. (agung/ovinal)

Read 169 times