Tuesday, 18 August 2015 20:05

Keluarga Pilot Trigana Air Pasrah

Rate this item
(0 votes)

Tangerang - Kepasrahan meliputi keluarga korban pesawat Trigana Air yang mengalami kecelakaan di daerah Pegunungan Bintang, Papua beberapa hari yang lalu.

Keluarga korban dari pilot Kapten Hasanudin merasa siap dengan segala kemungkinan terburuk yang akan diterima. "Saat ini, kami berusaha siap menerima apapun hasil dari pencarian pesawat tersebut," kata keponakan korban, Ridwan, Selasa (18/8/2015).

Ridwan yang ditemui di rumah duka, Kampung Bitung, RT 02/05, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, berharap agar tim SAR yang bekerja mengevakuasi bangkai pesawat dan mencari korban dapat bekerja secara maksimal.

Sehingga dapat memberi kepastian kepada seluruh keluarga korban pesawat naas tersebut. "Saya harap, tim pencari (Basarnas) bisa menemukan bangkai pesawat dan para korban. Walaupun kami sadar, kecil harapan korban bisa selamat dari jatuhnya pesawat," tegasnya.

Perlu diketahui bahwa Pesawat Trigana Air ATR 42 berpenumpang 49 orang yang dipiloti oleh Kapten Hasanudin mengalami kecelakaan di wilayah Pegunungan Bintang, Papua, pada Minggu 16 Agustus 2015 lalu.

Bahkan di dalam peswat yang kini telah ditemukan Basarnas bersama KNKT tersebut, terdapat uang PSKS senilai Rp 6,5 Miliar yang dibawa oleh petugas POS Indonesia. Pesawat jenis ATR 42 dengan nomor registrasi PK-YRN dan nomor penerbangan IL-257 itu, dikabarkan ditemukan dengan kondisi hancur.(teguh/ovinal)

 
Read 216 times