Thursday, 09 August 2018 07:47

Geger Jendral Kardus di Tubuh Koalisi Prabowo

Rate this item
(0 votes)
Prabowo (foto/tribunnews.com) Prabowo (foto/tribunnews.com)

Jakarta - Dua hari menjelang pendaftaran calon presiden berakhir pada Jumat 10 Agustus 2018, geger terjadi di kubu koalisi Prabowo. Kehangatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra tak berlangsung lama.

Cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief pada Rabu malam, 8 Agustus 2018 membikin heboh. Andi Arief menyebut Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus. "Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS," cuit Andi Arief lewat akun Twitter-nya @AndiArief_.

Sebelumnya Andi menyebut Prabowo ternyata kardus. Partai Demokrat kata Andi menolak kehadiran Prabowo di kediaman SBY di Kuningan. "Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus."

Andi Arief kabarnya berang lantaran di detik-detik terakhir muncul nama Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto. Andi menuding Sandi Uno menggelontorkan duit ke dua partai di koalisi Prabowo yaitu PAN dan PKS.

"Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami," tulis mantan staf khusus SBY itu.

Muncul Nama Sandiaga Uno

Nama Sandiaga Uno tiba-tiba muncul dalam pembicaraan calon wakil presiden di kubu Prabowo. Hal ini setelah PKS ngotot meminta rekomendasi Ijtima Ulama GNPF yaitu Salim Segaf Al Jufri dipilih sebagai cawapres Prabowo. Begitu pula dengan PAN yang keukeuh mengajukan Zulkifli Hasan sebagai cawapres Prabowo.

Fadli Zon mengakui nama Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno muncul dalam bursa cawapres Prabowo. Apalagi sampai sekarang dua partai di koalisi Prabowo yaitu PAN dan PKS belum sreg dengan calon dari Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera Suhud Alynuddin juga mengatakan, sekitar pekan lalu Prabowo menawarkan nama Sandiaga Uno sebagai cawapres kepada pimpinan PKS.

"Sekarang ini, ya, Pak Sandi Uno," kata Suhud, Selasa, 7 Agustus 2018.

Dorongan paling frontal muncul dari Partai Amanat Nasional. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, PAN mendorong Prabowo menggandeng sejumlah tokoh nonpartai sebagai cawapres. Nama-nama yang disebut Yandri ialah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Sandiaga Uno.

Dalam pertemuan dengan Dewan Pengurus Wilayah PAN di kantor DPP sore tadi, Yandri mengatakan bahwa Prabowo membawa nama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kemarin malam.

"Dia tetap merayu Anies, kalau Anies menolak mungkin opsi yang lain dengan Sandi," kata Yandri di kantor DPP PAN, Rabu, 8 Agustus 2018.

Yandri melanjutkan, PAN akan menimbang lebih lanjut jika nama Sandiaga benar menjadi opsi yang akan dimatangkan. "Tadi malam belum setuju, tapi kalau itu merupakan opsi boleh kita bicarakan lebih lanjut," ujarnya.

Opsi AHY Masih Ada

Namun Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut nama AHY masih menjadi opsi untuk cawapres Prabowo. "Sampai dengan tadi ada dua nama. Pak Sandi dan Pak AHY," kata Muzani Muzani di depan rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu malam, 8 Agustus 2018.

Muzani pun menegaskan, nama Sandiaga dan AHY diproyeksikan sebagai calon wakil presiden. Adapun sebagai capres, kata dia, Gerindra berkukuh mengusung Prabowo Subianto. "Capres kami tetap Pak Prabowo Subianto," ujarnya.

Adapun di kubu Partai Demokrat, hingga Kamis dini hari, 9 Agustus 2018 beberapa elite partai itu masih berkumpul di rumah Ketua Umum SBY di Kuningan, Jakarta Selatan. Belum diketahui agenda apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.(anwar/sumber tempo. Co) 

 

Read 53 times