Monday, 06 August 2018 11:24

Dukung Mendukung Capres, Ulama Dan Santri di Pusaran Politik

Rate this item
(0 votes)
Ilustrasi santri mengaji kitab kuning (foto/aswaja) Ilustrasi santri mengaji kitab kuning (foto/aswaja)

Serang - Maraknya deklarasi dukung mendukung dari para ulama dan para santri, baik mendukung Joko Widodo dua periode ataupun deklarasi #2019GantiPresiden kian masuknya ulama dan santri di pusaran politik.

 Menanggapi hal ini Pengamat Politik Leo Agustino mengatakan, sikap dukungan para ulama dan santri bagian dari hak dalam berpolitik bagi setiap warga negara 

"Jadi, kalau ada ulama yang mendukung dalam berpolitik Saya kira itu hak konstitusif dia sebagai warga negara," kata Leo, Senin (6/8/2018).

Namun perlu diingat, lanjut Leo,  bahwa ulama adalah manusia juga yang kadang lupa bahwa dukungannya akan disertai dukungan santri-santrinya. Walau sebenarnya para santri juga punya hak politik masing-masing yang boleh berbeda dengan kyainya. Namun, kebiasaan itu jarang dalam dunia pesantren sehingga pilihan ulama atau kyai akan diikuti oleh pilihan santrinya. 

Menjelang Pilpres 2019 yang akan datang dukung atau tidak mendukung petahana memang sedang hangat-hangatnya.

"Oleh karena itu, dalam hemat Saya, para ulama bisa menempatkan diri secara bijak, netral, dan imparsial. Ini karena ulama adalah pilar terpenting dalam menjaga keutuhan NKRI," katanya. 

Kondisi ini membuat kebiasan dan kebingungan di kalangan masyarakat kalangan menengah ke bawah melihat dua kubu yang beradu ijtima. Ulama yang mendukung petahana dan menolak mendukung petahana dengan tagline #2019GantiPresiden. 

"Masyarakat harus memperbanyak diskusi dan menghadiri seminar ataupun dialog publik merupakan upaya yang bisa dilakukan oleh umat untuk memahami realita sebenar agar tidak termakan Isi yang tidak benar," katanya.(anwar/teguh)

 

 

 

Read 94 times