Wednesday, 04 July 2018 19:05

Istri Kalah di Pilkada, Jaman Minta KPU Tunda Pleno Hasil Penghitungan Suara

Rate this item
(2 votes)
Haerul Jaman Haerul Jaman

Serang - Istri kalah di Pilkada serentak 2018, Wali Kota Serang Haerul Jaman minta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda Rapat Pleno Penetapan hasil penghitungan suara Pilkada kota Serang. 

Hasil Pleno PPK Se-Kota Serang istri Jaman nomor urut satu kalah telak oleh nomor urut tiga Syafrudin dan Subadri dengan selisih 6,54 persen.

Jaman menuding kemenangan Syafrudin-Badri tersebut dikotori oleh praktek politik uang yang dilakukan oleh pasangan calon Wali Kota Serang yang memiliki jargon 'Aje Kendor'. Selain nomor urut tiga, lanjut Jaman, nomor urut dua pasangan juga melakukan politik uang di kecamatan Walantaka. 

"Kita harapkan dengan adanya temuan ini (politik uang), KPU sendiri harus dapat menangguhkan penetapan, karena indikasinya sudah jelas,tersangkanya sudah ada," kata Jaman, Rabu (4/7/2018).

Menurut Jaman, praktek politik uang yang dilakukan oleh dua rival istrinya tersebut dilakukan secara masif."Proses pemeriksaannya  belum selesai, apakah nyangkut seperti itu aja, yang penting ini proses jangan sampai mengulur waktu, karena waktunya sangat sempit, prosesnya harus segera karena waktunya mepet," tutur Jaman.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Serang Kota Richardo Hutasoit mengatakan terkait kasus politik uang yang dilakukan oleh RSD di Kecamatan Taktakan. Hasil penyidikan RSD masih bersikeras perbuatannya itu tidak didasarkan atas dari salah satu paslon yang bertarung di Pilkada Kota Serang. “Sampai saat ini, yang bersangkutan (RSD-red) masih coba bertahan. Tapi, akan kita lakukan penelusuran intensif lagi,” beber Richardo.(anwar/teguh)

 

 

Read 1468 times Last modified on Wednesday, 04 July 2018 19:11