Thursday, 04 October 2018 10:29

Dihujani Kritik Mourinho Tak Panik

Rate this item
(0 votes)
Mourinho Mourinho

Tak ada kepanikan di diri Jose "Mou" Mourinho. Dia terlihat tenang meski baru saja membuat rekor negatif dalam karier kepelatihannya. Baru kali ini, dalam hampir 20 tahun jejaknya melatih, Mourinho tak mampu membawa timnya menang di laga kandang empat kali berturut-turut.

Fakta itu didapat setelah Manchester United bermain imbang dengan Valencia dalam pertandingan kedua Grup H Liga Champions 2018/2019. Bermain di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (3/10/2018) dini hari WIB, Setan Merah berimbang 0-0 dengan sang tamu.

Kepada laman resmi klub, Mou memang mengatakan frustrasi dengan hasil tersebut. Namun, tambahnya, tak perlu ada kekhawatiran atas hasil itu. "Ada peningkatan penampilan dari tim. Jika kami tak bermain dalam level yang bisa diterima, kami akan kalah," ucap Mou.

Valencia, disebut Mou, bukanlah tim sembarang. Klub asal Spanyol tersebut memiliki serangan balik yang cepat dan bagus. Dan, pada pagi dini hari tadi, MU mampu meredam kemampuan Valencia tersebut.

"Dalam grup yang sulit seperti ini, jika Anda tak menang, maka Anda jangan kalah juga," kata pelatih asal Portugal itu.

Mou boleh saja memiliki kesimpulan seperti itu. Masalahnya, dia bukan melatih klub gurem. MU, merupakan klub dengan sejarah dan prestasi panjang di belantika sepak bola dunia.

Namun capaian mereka musim ini, yakni tiga kali kalah dan tiga kali imbang dari 10 kali bertanding di semua kompetisi, bukan hasil yang bisa diterima oleh para fan. Tidak heran bila kini seruan yang meminta Mou dipecat nyaring terdengar.

4 - Jose Mourinho has gone four consecutive home games in all competitions without a win for the first time in his managerial career. Frustration. pic.twitter.

— OptaJoe (@OptaJoe) October 2, 2018 Di dunia Twitter misalnya, tagar MourinhoOut kini sudah banyak diributkan warganet. Pun demikian di dunia nyata. Salah satu yang bersuara nyaring adalah Paul Scholes, legenda MU yang kini kerap menjadi kritikus sepak bola.

"Saya sedih saat ini, dan terkejut dia (Mou) masih bertahan di MU setelah akhir pekan kemarin. Penampilan tim buruk," ucap Scholes kepada B/T Sport. Sebagai catatan, pada akhir pekan kemarin MU dikalahkan West Ham United di Liga Primer Inggris. "Saya pikir, dia mempermalukan klub."

Legenda MU yang kecewa dengan penampilan klub itu bukan hanya Scholes. Demikian juga dengan Dion Dublin. Mantan penyerang Red Devils era 1990-an tersebut, mengatakan ada yang salah dengan keutuhan tim.

"Lihat bahasa tubuh pemain, beberapa dari mereka seperti tidak bermain untuk manajernya," ucap Dublin dalam BBC. "Ada sesuatu yang secara fundamental salah dengan keseimbangan dan kebersamaan dalam klub pada bagian ini."

MU memang bermain tak apik dalam sejumlah pertandingan terakhir. Saat melawan Valencia misalnya. Dalam catatan statistik, penguasaan bola kedua tim relatif berimbang, yakni 52 persen untuk MU dan 48 persen Valencia.

Demikian juga dengan pemanfaatan peluang. Dari 18 kali percobaan yang dilakukan Romelu Lukaku dkk., hanya empat yang sesuai target. Padahal, dalam laga tersebut, MU memainkan tiga penyerang sejak awal: Lukaku, Alexis Sanchez, dan Marcus Rashford.

Burukkah catatan tersebut? Bagi sebagian dari Anda mungkin iya. Namun, bagi Mou tidak. "Para pemain telah berusaha. Mereka mencoba menaikkan level. Kami menaikkan level dan intensitas permainan," ucapnya.

"Namun, kami tak memiliki kualitas teknik yang dibangun dari belakang. Kami telah bermain baik."

Soal kritikan dari sejumlah pihak yang dialamatkan kepadanya, Mou cenderung biasa saja menanggapinya. Menurutnya, mereka hidup di negara yang bebas untuk berbicara apa saja.

"Saya tidak butuh untuk tahu apa yang (Scholes) katakan. Dia berkata apa yang ingin ia katakan dan sejujurnya, saya tak terarik," kata Mou dalam Mirror.* Dengan hasil di pertandingan kedua ini, posisi MU di klasemen Grup H Liga Champions pun tergusur ke posisi kedua. Posisi puncak diakuisisi oleh Juventus, yang dalam waktu relatif berdekatan, menang atas tamunya, Young Boys.

Bertanding di Stadion Allianz, Turin, Italia, Si Nyonya Tua menang telak atas wakil Swiss tersebut dengan skor 3-0. Seluruh gol Juventus dicetak oleh Paulo Dybala pada menit 5, 33, dan 69.

Kemenangan ini pun membawa Juventus ke sejumlah catatan apik. Pertama, ini adalah kemenangan kesembilan dari sembilan partai awal musim mereka. Baru kali ini, sejak 1929/1930, Juventus mampu melakukan awal yang begitu sempurna.

Lainnya, kemenangan ini juga memperpanjang catatan apik mereka di Liga Champions: tak pernah kalah dari 19 kali pertandingan di babak grup.

"Kami menutupi semua area lapangan dengan baik. Tim melakukannya dengan sempurna," kata pelatih Juventus Massimiliano Allegri, dalam situs resmi mereka. "Kredit pantas diberikan kepada pemain, mereka menempatkan tim sebagai yang utama."(anwar/sumber beritagar)

Read 40 times