Thursday, 06 August 2015 23:18

Kemen PU-Pera Review Desain Bendungan Karian

Rate this item
(0 votes)

Jakarta—Direktoral Jenderal (Ditjen)  Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera) melalui Konsorsium Korea Rural Community Corporation melakukan review desain Bendungan Karian di Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak. Mengingat sejak diterbitkannya persetujuan desain oleh Kemen PU-Pera tertanggal 27 Juli 2007, Nomor 298/KKB/M/2007 hingga kini sudah 7 tahun belum dilaksanakan konstruksi sehingga dikhawatirkan terjadi perubahan kondisi lokasi bendungan.

Junaedi, Perwakilan Balai Bendungan Ditjen SDA Kemen PU-Pera saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Banten di Kantornya di Jakarta, Selasa (4/8/2015) mengatakan, review desain Bendungan Karian berdasarkan hasil pembahasan Sidang Teknis Komisi Keamanan Bendungan (KKB) Ditjen SDA Kemen PU-Pera pada tanggal 7 April 2015.

Juga menindaklanjuti permohonan izin pelaksanaan konstruksi Bendungan Karian yang diajukan Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung-Cidanau-Cidurian (BBWSC3). "Usulan permohonan izin pelaksanaan konstruksi Bendungan Karian sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan. Sedangkan untuk review desainnya disesuaikan dengan kondisi saat ini," kata Junaedi di hadapan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten.

Dijelaskan Junaedi, Bendungan Karian didesain dengan tipe urugan batu inti di tengah yang direncanakan dibangun di Sungai Ciberang dengan ketinggian 62,50 meter dari galian pondasi sepanjang 516 meter, dan total tampungan waduk sebesar 314,71 juta meter kubik. Bendungan Karian dimanfaatkan untuk air baku perkotaan dan industri di wilayah Tangerang, Serang dan Cilegon sebesar 9,1 meter kubik/detik, irigasi seluas 23.000 hektar serta pengendali banjir sebesar 60,80 juta meter kubik. "Untuk pekerjaan konstruksi Bendungan Karian sendiri direncanakan dimulai pada tahun 2017," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Junaedi mengungkapkan bahwa jumlah bendungan yang sudah memiliki sertifikasi sebanyak 74 unit bendungan dari total 209 unit bendungan di Indonesia, antara lain Bendungan Sermo di Kulonprogo Provinsi DIY, Bendungan Pondok di Ngawi Provinsi Jawa Timur, Bendungan Bili-Bili di Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, Bendungan Batu Tegi di Tagamus Provinsi Lampung.

Kemudian Bendungan Makan di Kutai Barat Provinsi Kalimantan Selatan, Bendungan Krenceng di Cilegon Provinsi Banten, Talaga Tanjung di Tabanan Provinsi Bali, Bendungan Cirata di Provinsi Jawa Barat, Bendungan Karian di Provinsi Banten, Bendungan Situ Gintung di Tangsel Provinsi Banten, Bendungan Sindang Heula di Serang Provinsi Banten, Bandungan TSF-07 Cibaliung di Pandeglang Provinsi Banten. "Hingga saat ini kami terus berusaha memelihara  dan memperbaiki kondisi bendungannya," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten Ahmad Fauzi mengatakan, menindaklanjuti hasil kunjungan kerja ini, Komisi IV akan segera melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten."Kami berharap rencana konstruksi Bendungan Karian tahun 2017 dapat direaliasikan, karena keberadaan Bendungan Karian sangat dibutuhkan," ujarnya.(jenal/ovinal)

Read 161 times