Friday, 14 September 2018 10:00

Ini Fakta Dibalik Kisruh TKA Dan Pekerja Lokal di PLTU Jawa-7 Serang

Rate this item
(0 votes)
Kisruh TKA di PLTU Jawa-7 Serang (sumber foto: Bantenhits) Kisruh TKA di PLTU Jawa-7 Serang (sumber foto: Bantenhits)

Serang – Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengungkapkan Kasus pemukulan dua tenaga kerja asing (TKA) asal China terhadap pekerja lokal di lokasi proyek PLTU Jawa-7 Kramatwatu, Serang masih berlanjut.

Kapolres mengatakan, kini kasus tersebut mengembang pada dua kasus hukum. Kemarin (13/9/2018) kepolisian menetapkan 10 tersangka baru dari pegawai lokal karena melakukan perusakan dan pengeroyokan.

Ini kronologi kejadian sebenarnya berdasarkan hasil penyelidikan polisi dari pemeriksaan saksi dan bukti yang ada:

Pertama, kejadian pemukulan diawali oleh perkelahian saat jam istrirahat di PLTU Jawa-7 antara TXS bersama korban inisial MM pada Sabtu (8/9). Hal ini diawali dari korban yang mencolek pinggang dari TXS yang merupakan TKA asal China. Karena salah faham, antara keduanya kemudian terjadi percekcokan lalu dilerai oleh karyawan lain.

Namun, perkelahian keduanya kemudian berlanjut. Kali ini, TXS dibantu oleh sesama rekannya dari China inisial TCG melakukan pemukulan terhadap MM. Ini kemudian mengakibatkan luka memar di pipi.

“Kami saat ini masih mencari saksi tambahan. Tapi dua TKA masih diamankan dan bisa dijerat pasal 170 jo 351 atau 352 KUHP karena korban mengalami luka ringan,” kata Komarudin, Jumat (14/9/2018).

Mendengar bahwa ada pemukulan, para pegawai lokal di lokasi proyek kemudian melakukan serangan ke lokasi TKA asal China bekerja pada keesokan harinya atau Minggu (9/9). Terjadi pengeroyokan, penjarahan dan perusakan fasilitas perusahaan oleh pegawai lokal kepada TKA.

“Terjadi pemukulan oleh tenaga kerja lokal, ada 12 orang diamankan karena perusakan dan penganiayaan,” katanya.

Dari 12 orang itu menurutnya ada 10 orang dijadikan tersangka. Mereka adalah inisial WB, DS, NS, CB, DA, RS, SG, SB, SN, AS yang mayoritas berasal dari Banten dan Kebumen. “Ini 10 orang tersangka kemungkinan bertambah karena masih mendalami rekaman CCTV.

Dari tangen mereka diamankan barang milik TKA. Jadi pelaku selain merusak juga mengambiul barang seperti laptop, dompet, sepatu dan sebagainya,” ujarnya. Para pelaku, menurutnya terancam pasal 170 jo pasal 351 jo 406 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara di atas 2 tahun.(anwar/teguh)

Read 49 times Last modified on Friday, 14 September 2018 10:46