Tuesday, 04 September 2018 13:32

Tari Gemu Famire Makna Persatuan Bangsa

Rate this item
(0 votes)
Tari Gemu Famire di Kota Serang (Foto/Istimewa) Tari Gemu Famire di Kota Serang (Foto/Istimewa)

Serang - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-73 Tahun 2018 TNI memecahkan Musium Rekor Dunia Indonesia  (MURI) dengan menggelar Tari Gemu Famire Kolosal yaitu sebanyak  305.000 orang peserta pada Selasa (5/9/2018) yang dilaksanakan diseluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Untuk diwilayah Korem 064/MY Kota Serang Tari Gemu  Famire dilaksanakan di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang Banten. Kegiatan tersebut  diikuti sekitar 5000 orang yang terdiri dari seluruh prajurit TNI, Polri, ASN, FKPPI, organisasi masyarakat  dan para pelajar serta para Warakamuri juga Veteran.

Danrem 064/MY Kolonel Czi Budi Hariswanto menyampaikan ucapan terimakasih  kepada seluruh peserta Tari Gemu Famire yang dilaksanakan untuk memecahan rekor MURI pada HUT TNI ke-73. Karena dengan berolah raga badan akan selalu menjadi sehat.

Selain untuk pemecahan rekor muri tari Gemu Famire ini dilaksanakan untuk menjalin rasa persatuan dan kesatuan, rasa kebersamaan dan mempererat hubungan tali silaturahmi antara TNI/Polri dengan seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Danrem juga mengatakan Tari Gemu Famire adalah sebuah tarian Indonésia yang berasal dari Maumere Flores Nusa Tenggara Timur. Dimana lagu tersebut diciptakan oleh Frans Cornelis Dian Bunda yang dikenal dengan nama Nyong Franco. Dengan gerak tari yang sederhana tapi sangat menghibur dan bisa menjaga kebugaran tubuh.

" Pemilihan Tari Gemu Famire ini karena ciptaan dari anak Bangsa dan akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Jadikan kegiatan ini sebagai makna dari rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kata Danrem," katanya. (anwar/teguh)

 

 

 

Read 63 times