Thursday, 27 August 2015 21:44

Kasus Narkoba dan Trafcking Banyak Libatkan WNA

Rate this item
(0 votes)

Serang - Perdagangan manusia dan peredaran narkoba yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) masih menjadi salah satu persoalan utama di Indonesia. Hal ini terlihat, dari banyaknya WNA yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang.

Ketua Komisi III DPR-RI, Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, mengklaim akan melakukan revisi terhadap UU No 6 Tahun 2011 tentang tentang keimigrasian jika memang melemahkan pengawasan terhadap masuknya WNA ke Indonesia. "Kita ingin kesiapan aparatur hukum, kepolisian dan imigrasi terhadap orang-orang asing ini," kata Desmond usai melakukan kunjungan ke Lapas Kelas II A Serang, Banten, Kamis (27/8/2015).

Persoalan lainnya, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian perlu mendapat evaluasi karena mengalihkan pengawasan orang asing dari kepolisian ke bagian imigrasi.

Pengawasan terhadap orang asing, menurut Desmond bukan hanya pada jalur ilegal seperti pengedar narkoba dan perdagangan manusia, tapi pengawasan juga dilakukan pada penempatan orang asing dalam bidang pekerjaan yang melibatkan orang asing.  "Harus lebih ketat lagi. Yang kita tonton hari ini, orang asing jualan narkoba, bagi saya sangat tidak menarik," jelasnya.

Komisi III DPR-RI sendiri gagal melakukan dialog dengan narapidana Kelas A Serang karena pada umumnya, warga asing yang tertangkap dalam jaringan perdagangan manusia tidak merasa bersalah memasuki wilayah Indonesia. "Mereka tidak merasa bersalah. Mereka ini yang merusak republik," tegasnya. (do/teguh)

Read 170 times Last modified on Saturday, 05 September 2015 05:34