Tuesday, 25 August 2015 20:21

Banten Zona Merah Perederaan Produk Ilegal

Rate this item
(0 votes)

Serang- Provinsi Banten yang letaknya dekat dengan Ibukota Indonesia menjadi surganya para pengusaha nakal untuk memproduksi obat dan makanan berbabahaya, sehingga Banten menjadi zona merah perderan produk ilegal.

"Bagaimana pun letak ini mempunyai pengaruh terhadap geliat peredaran produk-produk ini. Sebetulnya bukan hanya Banten (zona merah), namun tetap hal ini harus mendapatkan antisipasi dari pemerintah daerah," kata Kepala Balai POM RI Roy Sparingga, saat pemusnahan obat dan makanan ilegal di BPOM Serang,  Selasa (25/8/2015).

Menurutnya, wilayah Banten yang didominasi daerah industri dianggap sebagai peluang besar untuk menarik pasar, sehingga dapat membangun dan mengedarkan obat dan makanan diwilayah Indonesia.

"Peran serta aktif masyarakat pun diperlukan untuk mengantisipasi masalah peredaran produk obat dan makanan ilegal yang berbahaya. Karena bukan hanya membahayakan perekonomian, namun industri ini pun membahayakan keselamatan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno membenarkan wilayahnya  menjadi Zona Merah peredaran produk makanan serta obat berbahaya. Sebab, banyaknya celah termasuk luasnya garis pantai sepanjang 517 ribu kilometer yang  menjadi salah satu pintu masuk peredaran produk ilegal.

"Narkoba sudah zona merah termasuk makanan, kenapa? pabrik banyak, wilayah luas, zona merah, berarti tugas berat kita untuk meningkatkan kewaspadaan, apalagi jaringan distribusi dari pelabuhan kecil yang ada di Banten, itu realita," kata Rano.

Ia mengakui, dengan wilayah yang sangat luas menjadikan potensi untuk para pelaku  memanfaatkan kurang adanya kontroling dari pihak pemerintah terkait. "Banten punya pabrik industri terbesar ada disini, dengan potensi yang ada ini harus dikelola dengan benar,”ujarnya.(do/ovinal)

Read 139 times Last modified on Saturday, 05 September 2015 05:28