Friday, 21 August 2015 18:59

Biaya Pembuatan Bank Banten Bakal Ditambah Rp200 M

Rate this item
(0 votes)

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada perubahan APBD Banten 2015 nanti berencana menambah anggaran pembentukan Bank Banten sebesar Rp200 miliar. Dengan demikian maka total anggaran untuk Bank Banten sudah mencapai Rp750 miliar.

Sebelumnya pada APBD Banten 2014, Pemprov Banten sudah menitipkan anggaran di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Banten PT Banten Global Development (BGD) sebesar Rp300 miliar dan pada APBD murni 2015 sebesar Rp250 miliar.

Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan bahwa pihaknya mendorong Pemprov Banten untuk dapat mewujudkan Bank Banten. "Pada perubahan APBD 2015 nanti rencananya akan ditambah Rp200 miliar untuk pendirian Bank Banten.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Banten Yanuar kepada wartawan Rabu, (19/8/2015), mengatakan bahwa Pemprov Banten akan memangkas sejumlah usulan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Banten, dan mengalihkan anggarannya untuk membiayai pembentukan Bank Banten.

Menurutnya, untuk mendirikan Bank Banten, Pemprov harus menyiapkan anggaran sebesar Rp950 miliar. "Pemprov (Banten) merasionalisasi anggaran dan mengoptimalkannya. Misalnya, anggaran kegiatan di suatu SKPD dinilai lebih dan tidak terserap. Dari pada jadi Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran), lebih baik dialihkan," katanya.

Ia mengaku, Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) sudah mendata SKPD mana saja yang anggarannya berlebih. Karena sejak awal dana tersebut diprediksi tidak akan terserap secara optimal.

Pemberian dana pendiran Bank Banten dilakukan secara bertahap hingga tahun 2017. Dimana, sudah diberikan dana awal sebesar Rp 314 miliar di tahun 2014. Lalu di tahun 2015 akan di berikan lagi sebesar Rp 400 miliar, dan sisanya akan selesai pada tahun 2016 mendatang.

"Tahun 2014 sebetulnya sudah dianggarkan Rp. 250 Milyar, tapi karena menjadi temuan BPK, karena belum ada penasehat investasi, dana tersebut tidak dicairkan. Kalau ada belum ada penasehat investasi uang tersebut tidak bisa disalurkan," tegasnya

PT BGD sendiri menurut Gubernur Banten Rano Karno, selama Tahun 2014 kemarin ternyata sama sekali tidak memberikan pendapatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten.

Hal itu mengakibatkan target pendapatan dari sektor pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp44,785 miliar tidak tercapai, karena pada sektor tersebut hanya mampu mencapai Rp42,421 miliar atau 94,72 persen.

Hal itu disampaikan Rano dalam Rapat Paripurna jawaban Gubernur Banten terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Banten Tahun 2014 Jumat, (7/8/2015).

"Ketidaktercapaian tersebut bersumber dari tidak terealisasinya pendapatan bagian laba dari PT Banten Global Development sebesar Rp2,5 miliar atau sebesar Nol persen dari target," ujar Rano.

Dengan demikian, Rano mengakui bahwa kinerja keuangan dalam menghasilkan bagian laba bagi Provinsi Banten Tahun 2014 belum sesuai harapan.(jaenal/teguh)

Read 201 times Last modified on Saturday, 05 September 2015 05:20