Ekonomi

Ekonomi (47)

Thursday, 16 August 2018 08:25

Ini Sejumlah Harta Kekayaan Sandiaga Uno

Jakarta - Menjelang Pemilihan Presiden 2019, calon wakil presiden Sandiaga Uno telah mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Comment

Jakarta - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno telah berulang kali menyatakan bakal berfokus di isu ekonomi dalam kampanye pilpres 2019.

Comment

Jakarta - Pasar mata uang bereaksi positif menyambut diumumkannya pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019 yakni pasangan Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo - Sandiaga Uno. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat sebesar enam poin menjadi Rp 14.426 dibanding sebelumnya Rp 14.432 per dolar AS.

Comment

Jakarta -Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti mengatakan harga cabai merah keriting mulai merangkak naik dalam seminggu terakhir. Dugaannya, harga cabai naik karena total suplai cabai di tingkat produsen sudah lama mengalami penurunan.

Comment

Jakarta - Pemerintah mewujudkan bentuk dukungan terhadap Palestina dalam berbagai hal, termasuk di bidang ekonomi, dalam hal ini melalui kesepakatan dagang.

Comment

Jakarta - Ketua Harian Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sigit Prabowo berharap para bakul atau pedagang kecil di pasar menjual harga ayam sesuai dengan harga acuan pemerintah. 

Comment

Jakarta - PT Pertamina  semakin agresif mendapatkan hak partisipasi di blok-blok migas besar di Indonesia terutama blok-blok habis kontrak (blok terminasi).

Comment

Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meminta bagi keluarga penerima bantuan sosial seperti program keluarga harapan dan bantuan pangan nontunai atau BPNT untuk tidak merokok. Sebab, selain beras, rokok menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi penduduk miskin atau faktor yang mempengaruhi kemiskinan.

Comment

Maumere - PT Pertamina (Persero) menganggarkan dana Rp 20 triliun hingga 2020 untuk mengembangkan infrastruktur migas di Tanah Air. Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur PT Pertamina, Gandhi Sriwidodo, mengatakan, bahwa saat ini banyak infrastruktur milik perseroan yang sudah berusia tua sehingga membutuhkan peremajaan.

Comment

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerian PUPR mengucurkan Rp 80,9 miliar untuk pengembangan infrastrukytur di Pantai Tanjung Lesung, Provinsi Banten. Pengembangan infrastruktur di salah satu kawasan strategis pariwisata nasional ini dilakukan guna menggaet wisatawan.

Comment

Wednesday, 25 July 2018 08:38

Pertamina Terancam Bangkrut?

Fahmy Radhi 

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada

Surat balasan Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) Rini Soemarno kepada Pertamina, yang sempat beredar luas di publik, telah memicu gonjang-ganjing di masyarakat. Semua media massa mengulas dan membahas gonjang-ganjing itu dengan tajuk hampir serupa. Tajuk itu menggambarkan bahwa keuangan Pertamina berdarah-darah dan terancam bangkrut.

Dalam suratnya, Rini menyebutkan persetujuan prinsip bagi Pertamina untuk melakukan beberapa aksi korporasi, termasuk share down dan spin-off. Hal inilah yang dianggap sebagai upaya menjual aset-aset Pertamina, padahal tidaklah demikian.

Share down adalah aksi korporasi untuk menjalin kerja sama usaha dengan mitra strategis untuk saling berbagi keuntungan, biaya, dan risiko yang lazim dilakukan dalam industri minyak dan gas (migas). Pertamina sudah merencanakan untuk melakukan share down dalam pengelolaan Blok Mahakam dengan menawarkan 39 persen hak pengelolaan kepada mitra strategis dan memberi profitability interest kepada pemerintah daerah. Dalam share down Blok Mahakam, Pertamina tetap memegang hak pengelolaan mayoritas 51 persen dan tetap berperan sebagai pengendali dalam pengelolaan Blok Mahakam.

Adapun spin-off adalah aksi korporasi untuk memisahkan unit usaha bisnis menjadi anak perusahaan. Seperti yang disebutkan dalam surat Menteri BUMN, unit kilang minyak di Cilacap dan Balikpapan dipisahkan untuk menjadi anak perusahaan. Anak perusahaan itu menjalin mitra strategis untuk pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP). Melalui spin-off, diharapkan perusahaan akan mendapat kucuran dana segar yang dibutuhkan untuk mempercepat proyek RDMP.

Tidak benar pula bahwa Pertamina terancam bangkrut. Kalau mencermati laporan keuangan selama lima tahun terakhir, Pertamina mencatatkan keuntungan dan mencapai likuiditas (memenuhi kewajiban jangka pendeknya) maupun solvabilitas (memenuhi semua kewajibannya).

Pada semester I 2018, Pertamina diperkirakan masih mencatatkan laba. Hanya, laba itu cenderung menurun dibanding periode sama pada 2017. Perkiraan perolehan laba tersebut didasarkan atas peningkatan produksi gas bumi sebesar 3.115 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan minyak bumi yang mencapai 386 juta barel per hari. Adapun peningkatan produksi total migas mencapai sebesar 923 juta barel setara minyak per hari.

Peningkatan produksi itu semestinya akan menaikkan pendapatan penjualan, yang memberi kontribusi perolehan laba. Namun laba itu diperkirakan akan cenderung turun, lantaran Pertamina harus menanggung potential loss dalam jumlah besar. Membengkaknya potential loss disebabkan Pertamina tidak dapat menaikkan harga jual Premium dan solar di tengah meroketnya harga minyak dunia, yang mencapai US$ 74,1 per barel. Dalam waktu hampir bersamaan, kurs rupiah cenderung melemah, yang berpotensi membengkakkan biaya operasional, terutama biaya pengadaan bahan bakar minyak.

Potential loss itu berpotensi menurunkan perolehan laba 2018, tapi diperkirakan tidak sampai menyebabkan Pertamina mengalami kerugian usaha. Dalam kondisi demikian, tidak ada justifikasi bahwa Pertamina terancam bangkrut. Kalau Pertamina masih menanggung potential loss dalam jangka panjang, hal itu tidak hanya berpotensi menggerus keuntungan Pertamina, tapi juga menyebabkan Pertamina mengalami kerugian. Jika kerugian itu berlangsung secara berturut-turut dalam jangka panjang, tidak mustahil Pertamina akan terancam bangkrut.

Untuk mencegah potensi kebangkrutan itu, Pertamina harus melakukan efisiensi besar-besaran untuk menekan pembengkakan biaya operasional. Namun Pertamina tidak dapat berbuat banyak dalam mengatasi peningkatan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah. Pemerintah harus membantu Pertamina dalam meminimalkan potential loss. Kalau Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Premium dan solar, pemerintah semestinya menaikkan alokasi subsidi untuk solar agar potential loss Pertamina dapat diminimalkan.(anwar/tempo.co)

 

Comment

Wednesday, 25 July 2018 07:30

Ekonomi Indonesia Dinilai Kuat

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

Comment

Page 1 of 3