Monday, 10 August 2015 17:24

Andi Stone Surga Untuk Kolektor Batu Akik

Rate this item
(0 votes)

Tangerang—Batu akik sejak dahulu memang sudah ada, dan pada tahun belakangan ini trend batu akik telah memasuki masa keemasannya.Tak hanya orang tua dan remaja, kalangan wanita dan anak kecil pun kini tak malu memamerkan aksesoris jari tersebut. Bahkan, tak sedikit yang menjadikan bandul (liontin) pada kalung.

Tidak hanya jenis yang beraneka ragam, harganya pun juga beraneka ragam, dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Semua disesuaikan dengan kombinasi warna dan bentuknya.

Andi, seorang penjual batu akik di kawasan Pusat permata dan batu cincin di Metropolis Town Square (Metos) yang mempunyai kios bernama "Andi Stone" menjual cincin batu jenis bacan dengan harga mulai dari Rp 800 ribu keatas.  Dikawasan ini, jenis batu ini yang paling banyak penggemarnya. Sebab latar belakang keindahannya adalah nilai jual dari jenis tersebut.

Berikut beberapa jenis batu cincin yang paling banyak diincar di kawasan Pusat permata dan batu cincin, Metropolis Town Square :

1. Batu Bacan
Batu bacan banyak menjadi incaran. Menurut seorang pedagang bernama Andi, karakter batu ini sangat unik lantaran makin hari makin indah warna yang dimunculkan. Kelangkaan juga menjadi faktor lain dari diincarnya batu jenis ini oleh para penggemar. Kata Bacan diambil dari tempat dari mana batu ini diperdagangkan, yaitu Pulau Bacan. Namun, batu ini justru banyak ditemukan di Pulau Kasiruta Halmahera. Menurut Andi untuk sebongkah bacan doko berukuran Satu kilogram dibanderol berkisar Rp 9 juta hingga Rp 18 juta.

2.Batu Idocrase Bio Solar
Batu permata idocrase merupakan jenis permata langka dan banyak diminati kalangan kolektor lokal maupun mancanegara. Sehingga batu mulia ini sering menjadi buruan para pencinta batu/gemslover dari berbagai negara dan membuat harga batu itu semakin melambung tinggi. Salah satu jenis batu idocrase atau idokras yang saat ini tengah menjadi primadona kalangan penggemar adalah jenis batu giok jenis bio solar Aceh. Jenis batu akik idocrase yang ada di Indonesia saat ini masih ditemukan di dua tempat yaitu Sumatera Barat dan Nangroe Aceh Darussalam. Jenis idocrase dari Sumatera Barat lebih dikenal dengan Batu lumut Sungai Dareh sedangkan idocrase Aceh dikenal dengan nama Batu Giok Lumut Aceh Atau Batu Bio Solar.

3.Batu Akik Lavender
Andi kembali menjelaskan bahwa dari bermacam-macam jenis batu akik, ada yang menyebut akik lavendarlah yang menjadi primadonanya. Sambil melihatkan koleksinya, Andi menjelaskan perbedaan antara batu akik lavender dengan batu akik jenis lainnya yang berwarna ungu murni.

“Biasanya kalau ungu doang itu batu kecubung, biasanya batu akik lavender yang keunguan bisa berubah menjadi coklat dan terkadang kuning,” kata Andi.

Menjadi primadona lantaran lavender memiliki harga yang terjangkau. Sehingga tidak berat di kantong, terlebih demi mengikuti tren penggunaan batu akik. Harga yang dibanderol untuk batu jenis ini sekitar Rp 150 ribu keatas.

4. Batu Solar Padang
Batu akik jenis ini menurut penjual batu akik di Metropolis Town Square memiliki warna yang sangat cantik seperti layaknya bahan bakar solar, yaitu hampir seperti madu. Batu ini juga bisa dibilang cukup terjangkau, harga standar yang dibanderol untuk batu jenis ini berkisar dari Rp 300 ribu keatas.

5. Ruby
Alasan batu-batu tersebut diburu selain akan keindahan serta kelangkaanya juga lantaran gengsi saat memakainya. Salah satu yang dapat meninggikan gengsi itu adalah batu jenis ruby. Batu ini tergolong dalam batu jenis mulya yang paling banyak dicari lantaran harganya yang miring dan bergengsi.

“Ini paling dicari karena mewah dan tergolong dalam batu mulia dan harganya termasuk miring, namun beda harga tergantung dari tempat asalnya,” kata seorang pengunjung di Pusat Permata dan Batu Cincin Metos.

Batu ruby yang paling banyak dicari berasal dari Sri Lanka dan Tanzania. Namun  Batu ruby asal Sri Lanka ini diminati karena warnanya semakin indah apabila sudah lama digunakan atau istilahnya sudah “jadi”. Harga yang dibanderol untuk batu mulya ini tidak sama dengan batu akik. Batu mulya dijual tidak asal-asalan karena dihitung harga perkaratnya.“ Harga batu mulya dihitung  berapa karatnya. Perkarat harganya variatif namun biasanya Rp 50 ribu sudah dapat 1 karat,” ujar Andi.

Selain ruby masih ada sapphire dan zamrud yang tergolong menjadi incaran di jenis batu mulya. Dan masih banyak ragam jenis lainnya yang disajikan di tempat pusat permata dan batu cincin di Mall Metos ini yang terbilang langka dan unik, sehingga banyak kolektor batu akik yang menyrempatkan dirinya untuk mengunjungi tempat yang merupakan surganya para pecinta batu akik. (agung/ovinal)

 
Read 161 times Last modified on Thursday, 03 September 2015 10:33