Wednesday, 03 October 2018 13:44

Pelayanan Kesehatan Gratis: Hanya Janji Kampanye WH-Andika?

Rate this item
(1 Vote)
Masyarakat Banten Masyarakat Banten

Serang - Tepat tanggal 4 Oktober 2018 besok pemerintah provinsi Banten genap berumur 18 tahun. Mahasiswa menilai pelayanan kesehatan di Pemprov Banten dianggap masih lemah.

Padahal, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy dalam kampanyenya akan memperioritaskan jaminan kesehatan dan pendidikan.

"Berobat gratis hanya menjadi sebuah janji politik semata bagi WH-Andika. Nyatanya dua tahun menjabat tidak ada perkembangan," kata Ketua DPC GMNI Serang Adnan Fatoni, Rabu (3/10/2018).

Berdasarkan data BPJS Banten, sebanyak 10 juta lebih penduduk di Banten baru sebanyak 8 juta penduduk yang ikut menjadi peserta JKN. Masih 20 persen penduduk belum ikut program JKN.

"Mengacu kepada Peraturan Presiden nomor 8 tahun 2017 Pemda wajib mendaftarkan seluruh penduduknya ke dalam program JKN. Sekarang kan belum seluruhnya," kata Asisten Deputi Bidang monitoring evaluasi BPJS Provinsi Banten Tavip Hermansyah, Kamis (27/9/2018) lalu.

Dari angka sebanyak 8 juta yang telah menjadi peserta JKN, dikatakan Tapiv, sebanyak 6 juta lebih dibiayai APBN melalui kartu sakti Jokowi Kartu Indonesia Sehat (KIS), sedangkan sisanya sebanyak 2 juta mendaftar sebagai peserta JKN mandiri, namun tidak aktif karena menunggak iuran.

"Dibiayai pemerintah pusat. Jadi peran pemerintah daerah itu masih rendah, harusnya mereka mulai melihat peserta yang belum ikut JKN. Minimal melihat angka itu mulai Menghitung anggaran tahun depa," katanya.

Sebanyak 80 persen peserta JKN yang mendominasi adalah penduduk Tangerang Raya hampir 94 persen, sedangkan seperti Kabupaten Lebak Pandeglang dan Serang masih rendah berkisar sekitar 50-60 persen. "Selain Pemprov, Pemda kabupaten/kota juga harus melihat ini, karena anggaran kesehatan itu kan harusnya ada paling enggak 10 persen," katanya.(anwar/teguh)

Read 92 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.