Thursday, 19 July 2018 14:20

Pembangunan Jalan Frontage Kaligandu-Kasemen Mandeg

Rate this item
(0 votes)
Pembangunan frontage Kaligandu-Kasemen terhalang rel kereta api Pembangunan frontage Kaligandu-Kasemen terhalang rel kereta api

Serang - Masyarakat kembali harus berlapang dada, merasakan kemacetan di Trowongan Kaligandu, lantaran, Pembangunan jalan frontage Kaligandu-Kasemen mandeg terhalang rel kereta api.

Peraturan baru PT Kereta Api Indonesia (Persero) Kementrian Perhubungan melarang melakukan aktivitas pembangunan dalam bentuk apapun tanpa izin dari PT Kereta Api (Persero).

Selama ini, Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang belum melayangkan surat ijin kepada PT Kereta Api untuk mendirikan bangunan.

Dalam perencanaannya pembangunan jalan frontage Kaligandu-Kasemen yang menelan biaya 7,5 Miliar ditargetkan rampung pada bulan Oktober 2018 mendatang, awal pembangunan sejak 4 April 2018 lalu. 

Pembangunan jalan frontage Kaligandu-Kasemen sepanjang 1,3 Kilometer, lebar badan jalam 10 meter serta kontruksi jalan 6 meter ini dinilai akan mampu mengurai kemacetan di Trowongan Kaligandu, Kota Serang.

"kenapa ada pelang karena mentah, harusnya sebelumnya minta ijin dulu ke PT Kereta Api, mungkin dia beranggapan dia melakukan ini seperti di kota lurus aja tidak berfikir atas bawah," kata Ketua Komisi 4 DPRD Kota Serang Jazuli saat meninjau pembangunan frontage Kaligandu-Kasemen, Kamis (19/7/2018).

Ia pun mendorong kepada PUPR dan pelaksana melakukan solusi guna percepatan pembangunan."Kalau untuk jalan siap, kalau liat ini (peraikangan kereta api) pasti gak kekejar karena memakan waktu lama untuk membangun ini," katanya.

Ditempat yang sama, Kabid Bina Marga PUPR Kota Serang Asep Heriyawan, mengaku fihaknya keliru dan banyak kekurangan dalam perencanaan.

"karena hampir 20 titik lebih persilangan, kita orientasinya ke penjagaan, ternyata ada aturan baru tidak diijinkan persilangan langsung," katanya.

Saat berkordinasi dengan Kementrian Perhubungan, Kementrian menyarankan pembangunan persilangan rel kereta dengan menggunakan konsep sebidang under pass atau over pass.

"Sudah ijin seminggu yang lalu, tentunya pembangunan memakan waktu lama, dan biaya baru karena diluar kontrak kerja ini (frontage)," katanya.(anwar/teguh)

Read 98 times Last modified on Thursday, 19 July 2018 14:35

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.