Friday, 29 June 2018 02:00

Pendapatan Dan Belanja Belum Memenuhi Target, Nilai Aset Kota Serang Turun

Rate this item
(0 votes)
Sulhi Choir Sulhi Choir

Serang - Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir menyampaikan, realisasi pendapatan daerah pada APBD 2017 belum mencapai target yang ditetapkan dikarenakan adanya realisasi PAD yang tidak tercapai pada sektor retribusi daerah.

"Pendapatan Daerah terealisasi Rp.1,23 triliun atau 99,61 persen dari target Pendapatan Kota Serang sebesar Rp. 1,24 triliun. Pos pendapatan yang tidak mencapai target adalah pendapatan retribusi daerah yabg hanya mencapai 80,02 persen dan pendapatan transfer yang hanya mencapai 97,16 persen," ucap Sulhi dalam rapat paripurna DPRD Kota Serang, Kamis (28/6/2018) kemarin. 

Namun Sulhi mengklaim, realisasi pendapatan daerah ini meningkat dibandingkan realisasi sebelumnya sebesar Rp. 1,13 triliun, atau ada kenaikan sebanyak 8,75 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada sektor Belanja Daerah APBD 2017, Belanja Daerah Kota Serang terealisasi sebesar Rp. 1,33 triliun atau hanya 93,62 persen dari target Rp. 1,42 triliun. Namun realisasi ini dinyatakan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 17,76 persen.

"Realisasi belanja terendah adalah pada pos Belanja Tak Terduga sebesar 75,31 persen, kemudian Belanja Modal sebanuak 92,67 persen dan Belanja Operasional yang mencapai 94,01 persen," terangnya.

Sulhi mengklaim, penurunan belanja tersebut dikarenakan Pemkot Serang memberikan instruksi kepada OPD-OPD untuk melakukan efisiensi anggaran pada program dan kegiatan yang ada dalam APBD 2017.

Nilai Aset Kota Serang juga mengalami penurunan, hal ini berdasarkan penilaian per tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp. 370,59 miliar dari tahun sebelumnya.

"Nilai aset per 31 Desember 2017 senilai Rp. 2,21 triliun, sedangkan pada tahun 2016 sebesar Rp. 2,58 triliun," paparnya.

Turunnya nilai aset ini disumbangkan oleh penurunan pada nilai Aset Tetap sebanyak 11,81 persen atau senilai Rp. 269,73 miliar. Selain itu, Silpa pada tahun 2017 berhasil diturunkan drastis, yaitu sebesar 46,42 persen sehingga total Silpa hanya mencapai Rp. 85,89 miliar.

"Tahun 2016 mencapai Rp. 185,03 miliar, jadi ini berhasil ditekan Silpa APBD 2017," terangnya.

Diklaim, Pemkot Serang telah berhasil melaksanakan APBD 2017 dengan sebaik-baiknya, sehingga mendapatkan opini BPK WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk pertama kalinya pada tahun 2018 ini.

"Kami rasa ini merupakan kado yang terindah untuk akhir periode kepemimpinan kami, dan ini merupakan hasil dari kerja keras serta kerjasama dari selurub OPD yang ada," katanya.(anwar/teguh)

 

Read 258 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.