Monday, 25 June 2018 14:35

Ditolak Bidan, Puskesmas Sepi Pelayanan, Saenah Meninggal Usai Melahirkan

Rate this item
(2 votes)
Bayi dan keluarga Saenah Bayi dan keluarga Saenah

Serang – Ditolak bidan dan puskesmas sepi tidak ada pelayanan, Saenah warga Kampung, Cibeurum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang tewas usai melahirkan di malam Lebaran. 

Suami Saenah, Sana bercerita, pada Jumat (15/6) pukul 23.00 istrinya mengalami kontraksi. Tapi, sejam kemudian bayinya langsung keluar. Ia pun panik mencari dukun beranak. Begitu tiba, si dukun rupanya tidak sanggup dan menyarankan minta pertolongan bidan karena sudah pendarahan.

Ia pun langsung pergi ke bidan desa Cibeurum bernama Bidan Uni. Tengah malam ia membangunkan bidan yang menurutnya kerja di Puskesmas Padarincang tersebut. Bukan malah mendapat pertolongan, Sana mengaku ditolak dan disarankan pergi ke puskesmas malam itu juga.

“Bu, saya minta tolong, istri saya sudah melahirkan, bayi sudah di luar, keadaan kritis. Ibu mau saya bawa ke rumah. Kata dia nggak bisa. Alasannya nggak pernah dipanggil, nggak pernah dibawa (ke warga). Itu mah bawa saja ke Cacaban (puskesmas). Di sana peralatannya cukup. Dokter ada,” kata Sana saat ditemui di rumahnya, Padarincang, Serang, Banten, Senin (25/6/2018).

Karena ditolak, Sana kemudian langsung pergi ke puskesmas Padarincang di kampung Cacaban. Di sana, ia sempat mengedor pintu karena puskesmas tertutup. Yang ia lihat, malam itu hanya ada satu pasien bernasib sama tak tertolong dan menunggu perawatan dokter.

“Ternyata ke sana kosong. Bahkan ada orang nunggu dokter anaknya nggak dirawat dari jam 11 sampai jam 2 malam. Saya teriak tolong, gedor-gedor tapi nggak nggak ada siapa-siapa,” katanya.

Karena tak satu pun ada yang mau menolong, Sana kemudian pulang ke rumahnya di Cikotak yang lokasinya di perbukitan Padarincang. Ia menangis dan bilang ke istrinya bahwa tak ada satu pun bidan yang mau menolong. Tidak lama kemudian, Sabtu (16/6) sekitar pukul 03.00 WIB istrinya pun meningal di atas pangkuannya.

“Saya sempat bilang, saya sudah berupaya cari bidan nggak dapat, sampai sudah kritis. Saya sempat ngomong sekuat tenaga tapi tidak hasil,” ujarnya.

Malam sebelum meninggal, mendiang istrinya menurut Sana sempat memberikan nama untuk bayinya. Si bayi selamat dan kemudian diberi nama Nurul Safitri karena lahir di malam saat Idul Fitri. 

Beberapa hari kemudian, pada Sabtu (23/6) lalu, pihak bidan dan puskesmas menurut Sana sempat datang ke rumah. Mereka menyalahkan dirinya karena tidak lebih awal membawa istrinya ke fasilitas kesehatan.

“Istilahnya nyalahin saya nggak dibawa ke sana. Sebelum sakit maksudnya, kenapa ngak dibawa. Di kampung adanya dukun,” ujar Sana yang sehari-hari bekerja jadi buruh tani.(anwar/teguh)

Read 38985 times Last modified on Monday, 25 June 2018 16:37

13936 comments

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.