Friday, 28 August 2015 21:14

Polisi Diminta Tidak Hentikan Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Rate this item
(0 votes)

Serang - Keluarga korban Kapal Hujan Labek 02 yang tenggelam di perairan Sea Mount Reif  mendatangi Mapolda Banten, Jumat (28/8/2015). Kedatangan keluarga korban yang hilang saat akan memancing diperairan Selat Sunda ini meminta agar pihak kepolisan tidak menghentikan upaya pencarian.

“Kami berharap anak kami serta korban yang lain bisa ditemukan dalam keadaan hidup. Seandainya memang sudah meninggal, kami berharap jasadnya ditemukan supaya bisa dimakamkan dengan layak,”  kata salah satu keluarga korban Solomon kepada wartawan.

Ayah Andreas Fani yang hingga kini belum ditemukan mengaku pihak keluarga belum mendapatkan kejelasan apapun mengenai dua jasad yang ditemukan di Perairan Selat Sunda. “Belum ada kabar yang signifikan. Memang tidak mudah (identifikasi),  karena menurut kabar korban sudah dalam kondisi rusak,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pencarian korban hilang sendiri akan terus dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

“Upaya pencarian masih berjalan, baik melalui kapal kepolisian, komunitas pancing, dan masyarakat. Kami juga masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan jasad yang ditemukan merupakan penumpang kapal,” kata Boy.

Seperti diketahui, Kapal Motor (KM) Hujan Lebat yang berangkat dari daerah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang menuju daerah Pulau Panaitan untuk mencari ikan terkena cuaca buruk pada Jum'at, 14 Agustus 2015 lalu sekitar pukul 00.00 wib dini hari dan mengakibatkan 10 orang hilang ditengah laut.

Kapal yang dinahkodai oleh Supian ini mengangkut 7 nelayan dan 5 Anak Buah Kapal (ABK) mengalami kecelakaan disekitar perairan Karang Simon, atau berjarak sekitar 10 mil utara Pulau Panaitan.

Kapal tersebut terkena gelombang besar yang menyebabkan air masuk ke dalam kapal dan tenggelam seketika. Lalu para 'penumpang kapal menyelamatkan diri masing-masing. Korban yang selamat yakni Sarta (48) warga Kampung Hay-hay Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, dan Dede (37). Kedua korban diselamatkan oleh nelayan lainnya di daerah Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.(do/ovinal)

Read 88 times Last modified on Saturday, 05 September 2015 05:36

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.